Sunday, March 31, 2019

Kelemahan-Kelemahan Pembangunan Nasional Dalam Kaitannya Dengan Mentalitas Rakyatnya Menurut Ahli Koentjaraningrat


Mentalitas, menurut Koentjaraningrat, berarti keseluruhan isi serta kemampuan alam pikiran dan alam jiwa manusia dalam hal menanggapi lingkungannya. Sehubungan dengan itu, Koentjaraningrat dalam bukunya berjudul "Kebudayaan, Mentalitet dan Pembangunan", membedakan dua hal mengenai kelemahan-kelemahan dalam mentalitas kita untuk pembangunan. Berikut pemaparannya.
  1. Konsepsi-konsepsi, pandangan-pandangan, dan sikap mental terhadap lingkungan kita, yg sudah lama mengendap dalam alam pikiran kita karna terpengaruh oleh atau bersumber pada sistem nilai budaya kita sejak beberapa generasi yg lalu; dan
  2. Konsepsi-konsepsi, pandangan-pandangan, dan sikap mental terhadap lingkungan kita yg baru timbul sejak Zaman Revolusi, dan yg sebenarnya tidak bersumber pada sistem nilai budaya kita.
Akan tetapi, kelemahan mentalitas kedua kelompok manusia tersebut memiliki beberapa kesamaan yakni:
  • tidak bersumber pada nilai budaya yang berorientasi kepada hasil dari karya manusia itu sendiri (tidak achievement oriented);
  • terorientasi terlalu banyak kepada zaman lampau;
  • terlampau banyak menggantungkan diri pada nasib;
  • terlalu berorientasi kepada atasan, yakni orang-orang yg berpangkat tinggi atau senior.
Demikianlah beberapa kelemahan mentalitas bangsa kita di dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Oleh karena itu, menurut Koentjaraningrat, 
"suatu bangsa yg hendak mengintensifkan usaha untuk pembangunan, harus berupaya agar banyak dari warganya yg lebih menilai tinggi orientasi ke masa depan, dan dengan demikian bersifat hemat untuk bisa lebih teliti memperhitungkan hidupnya dimasa depan, lebih menilai tinggi hasrat eksplorasi untuk mempertinggi kapasitas berinovasi, lebih menilai tinggi orientasi ke arah achievement karya, dan akhirnya menilai tinggi mentalitas berusaha atas kemampuan sendiri, percaya kepada diri sendiri, berdisiplin murni, dan berani bertanggung jawab sendiri".

Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Kelemahan-Kelemahan Pembangunan Nasional Dalam Kaitannya Dengan Mentalitas Rakyatnya Menurut Ahli Koentjaraningrat" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "ILMU KOMUNIKASI - Teori dan Praktek" penulis. Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A., editor. Tjun Surjaman, Cetakan ke-21, Penerbit. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2007. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Artikel Terkait:
Baca Juga:
Lihat Semua Artikel Disini


*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Kelemahan-Kelemahan Pembangunan Nasional Dalam Kaitannya Dengan 
Mentalitas Rakyatnya Menurut Ahli Koentjaraningrat" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Thursday, March 28, 2019

Kelebihan Metode Belajar Otodidak

Image Background provided by Facebook

Kata Otodidak berasal dari bahasa Yunani, yaitu autodidaktos yg berarti belajar sendiri. Otodidak memiliki beberapa kelebihan yg berguna bagi para individu yg menerapkannya. Adapun kelebihan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Melatih individu menjadi mandiri.
  2. Tidak terbatasi oleh ruang dan waktu.
  3. Tidak terikat oleh peraturan yg seperti pada pembelajaran formal.
  4. Menemukan cara penyelesaian masalah yg lebih efektif yg sesuai dengan kepribadian dan jati diri individu itu sendiri.
  5. Lebih bebas dan menyenangkan dalam memilih topik atau subyek pembelajaran sesuai dengan keinginan individu tanpa ada intervensi dari orang lain.
  6. Penemuan atas suatu jawaban atau solusi, menghadirkan kegembiraan yg luar biasa tanpa melihat besar kecilnya topik atau masalah yg diangkat.
  7. Pengeluaran biaya pembelajaran dapat dikontrol dan seminimal mungkin lebih hemat dari pembelajaran formal atau resmi.
Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Kelebihan Metode Belajar Otodidak" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "Seni Menulis Sastra Hijau bersama Perhutani" penulis. Naning Pranoto, dkk, editor. Sides Sudyarto DS, Cetakan Pertama, Penerbit. PERHUTANI, Jakarta, 2013. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Artikel Terkait:
Baca Juga:
Lihat Semua Artikel Disini

*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Kelebihan Metode Belajar Otodidak" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---