Skip to main content

Penjabaran Fungsi Pers Berikut Pula Penjelasannya

Image Background provided by Facebook

Di dalam Undang-Undang No. 21 Tahun 1982 yg berbunyi: "Pers mempunyai hak kontrol, kritik dan koreksi yg bersifat konstruktif.", menunjukkan bahwa pers di Indonesia harus mempunyai idealisme yg jelas serta tidak bercampur dengan kepentingan lain yg hanya menjual berita demi mencari keuntungan finansial saja. Adapun idealisme yg melekat pada pers dijabarkan dalam fungsi-fungsinya antara lain sebagai berikut.


1. Fungsi menyiarkan informasi (to inform)
Menyiarkan informasi merupakan fungsi pers yg pertama dan paling utama. Dimana kebutuhan akan pers berarti kebutuhan akan informasi yg terjadi disekitar entah dalam lingkup yg sempit atau luas, serta menjadikannya sebagai sesuatu hal yg berguna bagi khalayak umum untuk mengolahnya kembali atau mentransformasinya ke dalam berbagai macam fungsi di semua segi atau bidang kehidupan lainnya.

2. Fungsi mendidik (to educate)
Pers juga berguna sebagai sarana pendidikan massa melalui berbagai surat kabar dan majalah yg memuat tulisan-tulisan ilmiah atau berisi pengetahuan umum yg penting bagi perkembangan ilmu si pelajar. Selain itu, media massa yg ada juga turut menyertakan berbagai macam karya sastra seperti cerpen, artikel dan lain sebagainya di dalam surat atau majalah yg mereka buat.

3. Fungsi menghibur (to entertain)
Di dalam fungsi yg satu ini, media massa kerap menghadirkan guyonan-guyonan dalam bentuk karikatur, cerita lucu, cerita bergambar dan lain sebagainya, sebagai bentuk hiburan untuk menyeimbangkan atau mengimbangi berita-berita berat atau artikel-artikel berbobot yg disajikan, serta merilekskan pembaca atau juga dapat sebagai bentuk alternatif bagi para pembaca yg memiliki ketertarikan atau interest untuk memilih jenis informasi yg disukainya.

4. Fungsi mempengaruhi (to influence)
Dalam fungsi yg terakhir ini, para pers memegang peranan yg sangat penting di dalam penyelenggaraan pemerintahan ataupun di dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh sebab diatas, pemerintah membentuk sendiri lembaga penyiarannya dan lembaga yg mengawasinya agar dapat melancarkan pelaksanaan pemerintahannya di berbagai segi kehidupan. Namun, bagi pers yg independent dan berbasis swasta, jelas akan membawa kekhawatiran oleh pemerintah, disebabkan masyarakat pada umumnya lebih dan sangat mudah terpengaruh oleh pemberitaan yg ada, tanpa melihat sumber atau kredibilitas dari lembaga atau pers yg menerbitkannya.


Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Penjabaran Fungsi Pers Berikut Pula Penjelasannya" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "ILMU KOMUNIKASI - Teori dan Praktek" penulis. Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A., editor. Tjun Surjaman, Cetakan ke-21, Penerbit. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2007. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Artikel Terkait:
Baca Juga:
Lihat Semua Artikel Disini


*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Penjabaran Fungsi Pers Berikut Pula Penjelasannya" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Comments

Popular posts from this blog

Fungsi Komunikasi Di Masyarakat Menurut Harold D. Lasswell

Menurut sang ahli komunikasi terkenal bernama Harold D. Lasswell, fungsi komunikasi yg terjadi di masyarakat terbagi menjadi tiga, antara lain sebagai berikut: The Surveillance of The Environment; berupa pengamatan atau pemantauan terhadap lingkungan, yakni dengan adanya persebaran komunikasi (informasi dan pesan) pada setiap anggota masyarakat di lingkungan masyarakatnya, menjadikan pemantauan dan pengawasan terhadap lingkungan atas segala sesuatu yg terjadi seperti peringatan bencana, berita ekonomi dan sosial, serta pengumuman-pengumuman penting lainnya dapat dengan mudah dan cepat tersampaikan di telinga masyarakat.Correlation of the components of society in making a response to the environment; berupa adanya penjalinan hubungan di antara komponen-komponen masyarakat di dalam merespon atau melakukan sesuatu terhadap lingkungan secara bersama-sama.Transmission of the social inheritance; berupa adanya pengalihan atau pewarisan sosial (pendidikan, agama, dan budaya,) di lingkungan ma…

Pelajari Perbedaan Media Massa dan Media Nirmassa

Media massa merupakan kata yg sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Media massa adalah media atau sarana penghubung berita atau informasi yg ditujukan kepada sejumlah orang yg relatif banyak serta memiliki jangkauan atau cakupan yg luas. Sejumlah orang yg dimaksud diatas biasa juga disebut sebagai audience (pembaca, pendengar, penonton, atau pemirsa). Adapun yg termasuk dalam kategori media massa antara lain, surat kabar, radio, televisi dan lain sebagainya.

Sedangkan media nirmassa atau juga bisa disebut sebagai media nonmassa, meliputi surat, telepon, telegram, poster, spanduk, dan masih banyak lagi. Melalui penjabaran di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa, perbedaan mendasar antara media massa dan media nirmassa hanyalah terletak pada jumlah target atau audience-nya, serta jangkauan dan cakupan yg berbeda. Media nirmasa hanya menunjukkan berita atau informasinya kepada satu atau sebagian kecil kelompok, Sehingga media nirmassa lebih bersifat pribadi atau private, berbeda …

Pengelompokan Ilmu Menurut Undang-Undang dan Pendapat Para Ahli

Di dalam Undang-Undang Pokok tentang Perguruan Tinggi No. 22 Tahun 1961, menggolongkan ilmu pengetahuan ke dalam empat kelompok yakni: Ilmu agama/kerohanian,Ilmu kebudayaan,Ilmu sosial,Ilmu eksakta dan teknik. Pengelompokkan ilmu di atas, ternyata berbeda dengan pendapat para ahli. Salah satu dari para ahli yakni Dr. Mohammad Hatta dalam bukunya yg berjudul "Pengantar ke Jalan Ilmu dan Pengetahuan" berpendapat bahwa, pengelompokkan ilmu terbagi atas tiga kelompok antara lain: Ilmu alam (yg terbagi atas teoritika dan praktika),Ilmu sosial (yg terbagi atas teoritika dan praktika),Ilmu kultur. Adapun ahli lain yg juga mengemukakan pendapatnya yakni, H. Endang Saifuddin Anshari, M.A. yg menuliskan penggolongan ilmu ke dalam tiga kelompok yg dimuat dalam bukunya yg berjudul, "Ilmu, Filsafat dan Agama" antara lain sebagai berikut: Ilmu alam (natural science),Ilmu kemasyarakatan (social science),Humaniora (humanities studies). Pendapat Anshari di atas ternyata memiliki kesa…