Skip to main content

Pengelompokan Ilmu Menurut Undang-Undang dan Pendapat Para Ahli

Image Background provided by Facebook
Di dalam Undang-Undang Pokok tentang Perguruan Tinggi No. 22 Tahun 1961, menggolongkan ilmu pengetahuan ke dalam empat kelompok yakni:
  1. Ilmu agama/kerohanian,
  2. Ilmu kebudayaan,
  3. Ilmu sosial,
  4. Ilmu eksakta dan teknik.
Pengelompokkan ilmu di atas, ternyata berbeda dengan pendapat para ahli. Salah satu dari para ahli yakni Dr. Mohammad Hatta dalam bukunya yg berjudul "Pengantar ke Jalan Ilmu dan Pengetahuan" berpendapat bahwa, pengelompokkan ilmu terbagi atas tiga kelompok antara lain:
  1. Ilmu alam (yg terbagi atas teoritika dan praktika),
  2. Ilmu sosial (yg terbagi atas teoritika dan praktika),
  3. Ilmu kultur.
Adapun ahli lain yg juga mengemukakan pendapatnya yakni, H. Endang Saifuddin Anshari, M.A. yg menuliskan penggolongan ilmu ke dalam tiga kelompok yg dimuat dalam bukunya yg berjudul, "Ilmu, Filsafat dan Agama" antara lain sebagai berikut:
  1. Ilmu alam (natural science),
  2. Ilmu kemasyarakatan (social science),
  3. Humaniora (humanities studies).
Pendapat Anshari di atas ternyata memiliki kesamaan dengan ahli Stuart Chase dalam bukunya yg berjudul "The Proper Study of Mankind" dan yg seterusnya memaparkan secara lengkap pembagian kelompok ilmu tersebut. Berikut adalah pembagian ilmu selengkapnya.

a. Ilmu Pengetahuan Alam (Natural Science)
  1. biologi
  2. antropologi fisik
  3. ilmu kedokteran
  4. ilmu farmasi
  5. ilmu pertanian 
  6. ilmu pasti
  7. ilmu alam 
  8. ilmu teknik
  9. geologi
  10. dan sebagainya.
b. Ilmu Kemasyarakatan (Social Science)
  1. ilmu hukum
  2. ilmu ekonomi
  3. ilmu jiwa sosial
  4. ilmu bumi sosial
  5. sosiologi
  6. antropologi budaya dan sosial
  7. ilmu sejarah
  8. ilmu politik
  9. ilmu pendidikan
  10. publisistik dan jurnalistik
  11. dan sebagainya.
c. Humaniora (Humanities Studies)
  1. ilmu agama
  2. ilmu filsafat
  3. ilmu bahasa
  4. ilmu seni
  5. ilmu jiwa
  6. dan sebagainya.

Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Pengelompokan Ilmu Menurut Undang-Undang dan Pendapat Para Ahli" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "ILMU KOMUNIKASI - Teori dan Praktek" penulis. Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A., editor. Tjun Surjaman, Cetakan ke-21, Penerbit. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2007. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Baca Juga:
Lihat Semua Artikel Disini


*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Pengelompokan Ilmu Menurut Undang-Undang dan Pendapat Para Ahli" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Comments

Popular posts from this blog

Fungsi Komunikasi Di Masyarakat Menurut Harold D. Lasswell

Menurut sang ahli komunikasi terkenal bernama Harold D. Lasswell, fungsi komunikasi yg terjadi di masyarakat terbagi menjadi tiga, antara lain sebagai berikut: The Surveillance of The Environment; berupa pengamatan atau pemantauan terhadap lingkungan, yakni dengan adanya persebaran komunikasi (informasi dan pesan) pada setiap anggota masyarakat di lingkungan masyarakatnya, menjadikan pemantauan dan pengawasan terhadap lingkungan atas segala sesuatu yg terjadi seperti peringatan bencana, berita ekonomi dan sosial, serta pengumuman-pengumuman penting lainnya dapat dengan mudah dan cepat tersampaikan di telinga masyarakat.Correlation of the components of society in making a response to the environment; berupa adanya penjalinan hubungan di antara komponen-komponen masyarakat di dalam merespon atau melakukan sesuatu terhadap lingkungan secara bersama-sama.Transmission of the social inheritance; berupa adanya pengalihan atau pewarisan sosial (pendidikan, agama, dan budaya,) di lingkungan ma…

Pelajari Perbedaan Media Massa dan Media Nirmassa

Media massa merupakan kata yg sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Media massa adalah media atau sarana penghubung berita atau informasi yg ditujukan kepada sejumlah orang yg relatif banyak serta memiliki jangkauan atau cakupan yg luas. Sejumlah orang yg dimaksud diatas biasa juga disebut sebagai audience (pembaca, pendengar, penonton, atau pemirsa). Adapun yg termasuk dalam kategori media massa antara lain, surat kabar, radio, televisi dan lain sebagainya.

Sedangkan media nirmassa atau juga bisa disebut sebagai media nonmassa, meliputi surat, telepon, telegram, poster, spanduk, dan masih banyak lagi. Melalui penjabaran di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa, perbedaan mendasar antara media massa dan media nirmassa hanyalah terletak pada jumlah target atau audience-nya, serta jangkauan dan cakupan yg berbeda. Media nirmasa hanya menunjukkan berita atau informasinya kepada satu atau sebagian kecil kelompok, Sehingga media nirmassa lebih bersifat pribadi atau private, berbeda …