Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2018

Pengelompokan Ilmu Menurut Undang-Undang dan Pendapat Para Ahli

Di dalam Undang-Undang Pokok tentang Perguruan Tinggi No. 22 Tahun 1961, menggolongkan ilmu pengetahuan ke dalam empat kelompok yakni: Ilmu agama/kerohanian,Ilmu kebudayaan,Ilmu sosial,Ilmu eksakta dan teknik. Pengelompokkan ilmu di atas, ternyata berbeda dengan pendapat para ahli. Salah satu dari para ahli yakni Dr. Mohammad Hatta dalam bukunya yg berjudul "Pengantar ke Jalan Ilmu dan Pengetahuan" berpendapat bahwa, pengelompokkan ilmu terbagi atas tiga kelompok antara lain: Ilmu alam (yg terbagi atas teoritika dan praktika),Ilmu sosial (yg terbagi atas teoritika dan praktika),Ilmu kultur. Adapun ahli lain yg juga mengemukakan pendapatnya yakni, H. Endang Saifuddin Anshari, M.A. yg menuliskan penggolongan ilmu ke dalam tiga kelompok yg dimuat dalam bukunya yg berjudul, "Ilmu, Filsafat dan Agama" antara lain sebagai berikut: Ilmu alam (natural science),Ilmu kemasyarakatan (social science),Humaniora (humanities studies). Pendapat Anshari di atas ternyata memiliki kesa…

Sejarah Perkembangan Ilmu Komunikasi Di Dunia

Awalnya, istilah ilmu komunikasi bermula dari kata publisistik dan jurnalistik yg kemudian nantinya berkembang menjadi ilmu komunikasi itu sendiri. Baik publisistik dan jurnalistik dianggap termasuk dalam kelompok ilmu sosial dan merupakan ilmu terapan. Oleh karena itu, ilmu komunikasi bersifat interdisipliner atau multidisipliner. Sang ahli bernama Bierstedt merupakan pelopor jurnalistik pertama pada tahun 1457 yg menganggap jurnalistik sebagai suatu ilmu (science) dan dan bukan sekedar pengetahuan (knowledge) saja. Kemudian di tahun 1903, seorang tokoh pers kenamaan di Amerika Serikat bernama Joseph Pulitzer mengemukakan gagasannya tentang keinginan untuk mendirikan "School of Journalism" sebagai lembaga pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan para wartawan. Gagasan Pulitzer inipun mendapat tanggapan positif dari Charles Eliot dan Nicholas Murray Butler, yg keduanya merupakan rektor di Harvard University dan Columbia University. Hal di atas terjadi dikarenakan jurnalist…

Penjabaran Fungsi Pers Berikut Pula Penjelasannya

Di dalam Undang-Undang No. 21 Tahun 1982 yg berbunyi: "Pers mempunyai hak kontrol, kritik dan koreksi yg bersifat konstruktif.", menunjukkan bahwa pers di Indonesia harus mempunyai idealisme yg jelas serta tidak bercampur dengan kepentingan lain yg hanya menjual berita demi mencari keuntungan finansial saja. Adapun idealisme yg melekat pada pers dijabarkan dalam fungsi-fungsinya antara lain sebagai berikut.


1. Fungsi menyiarkan informasi (to inform) Menyiarkan informasi merupakan fungsi pers yg pertama dan paling utama. Dimana kebutuhan akan pers berarti kebutuhan akan informasi yg terjadi disekitar entah dalam lingkup yg sempit atau luas, serta menjadikannya sebagai sesuatu hal yg berguna bagi khalayak umum untuk mengolahnya kembali atau mentransformasinya ke dalam berbagai macam fungsi di semua segi atau bidang kehidupan lainnya.
2. Fungsi mendidik (to educate) Pers juga berguna sebagai sarana pendidikan massa melalui berbagai surat kabar dan majalah yg memuat tulisan-tuli…