Skip to main content

Definisi Ilmu Komunikasi Menurut Pendapat Ahli Joseph A. Devito

Image Background provided by Facebook
Seorang ahli komunikasi bernama Joseph A. Devito dalam bukunya yg berjudul "Communicology: An Introduction to the Study of Communication", mendefinisikan pengertian communicology sebagai berikut:

"Communicology is the study of the science of communication, particularly that subsection concerned with communication by and among humans. Communicologist refers to the communication student-researcher teorist or, more succinctly, the communication scientist . . . . The term communication has been used as a catch all to refer to three different areas of study: the process or act of communication, the actual message or message communicated, and the study of the process of communicating."

Yang diartikan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi:

"Komunikologi adalah studi tentang ilmu komunikasi, yg terutama subseksi (isi)-nya berkaitan dengan hubungan komunikasi oleh dan antarmanusia. Seorang komunikolog, ditujukan kepada seorang ahli atau mahasiswa peneliti teori komunikasi atau, yg lebih ringkasnya disebut ilmuwan komunikasi . . . . Istilah komunikasi telah dipergunakan sebagai istilah untuk merangkul semua dari ketiga bidang studi yg berbeda-beda (antara lain): proses atau kegiatan berkomunikasi, pesan atau makna pesan yg dikomunikasikan, dan studi tentang proses komunikasi."

Selain itu, Devito juga menjelaskan tentang pengertian dari komunikasi itu sendiri bahwa komunikasi adalah
"the act, by one or more persons, of sending and receiving messages distorted by noise, within a context, with some effect and with some opportunity for feedback. The communication act, then, would include the following components: context, source (s), receiver (s), messages, channels, noise, sending or encoding processes receiving, decoding processes, feedback and effect. These elements seem the most essential in any consideration of the communication act. They are what we might call the universals of communication: . . . the elements that are present in every communication act, regardless of whether it intrapersonal, interpersonal, small group, public speaking, mass communication or intercultural communication."

Yang apabila diubah ke dalam Bahasa Indonesia menjadi:

"Kegiatan yg dilakukan oleh seseorang atau lebih, yakni kegiatan menyampaikan dan menerima pesan, yg mendapat distorsi dari gangguan-gangguan, dalam suatu konteks, yg menimbulkan efek dan kesempatan untuk umpan balik. Oleh karena itu, kegiatan komunikasi meliputi komponen-komponen sebagai berikut: konteks, sumber, penerima, pesan, saluran, gangguan, proses penyampaian atau proses encoding, penerimaan atau proses dekoding, umpan balik dan efek. Unsur-unsur tersebut agaknya paling esensial dalam setiap pertimbangan mengenai kegiatan komunikasi. Ini dapat kita namakan sebagai komunikasi universal: unsur-unsur yg terdapat pada setiap kegiatan komunikasi, apakah itu intra-persona, antarpersona, kelompok kecil, pidato, komunikasi massa atau komunikasi antarbudaya".

Demikianlah pendapat Joseph A. Devito mengenai communicology atau science of communication beserta penjelasannya mengenai arti komunikasi.

Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Definisi Ilmu Komunikasi Menurut Pendapat Ahli  Joseph A. Devito" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "ILMU KOMUNIKASI - Teori dan Praktek" penulis. Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A., editor. Tjun Surjaman, Cetakan ke-21, Penerbit. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2007. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Artikel Terkait:
Lihat Semua Artikel Disini


*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Definisi Ilmu Komunikasi Menurut Pendapat Ahli  Joseph A. Devito" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Comments

Popular posts from this blog

Fungsi Komunikasi Di Masyarakat Menurut Harold D. Lasswell

Menurut sang ahli komunikasi terkenal bernama Harold D. Lasswell, fungsi komunikasi yg terjadi di masyarakat terbagi menjadi tiga, antara lain sebagai berikut: The Surveillance of The Environment; berupa pengamatan atau pemantauan terhadap lingkungan, yakni dengan adanya persebaran komunikasi (informasi dan pesan) pada setiap anggota masyarakat di lingkungan masyarakatnya, menjadikan pemantauan dan pengawasan terhadap lingkungan atas segala sesuatu yg terjadi seperti peringatan bencana, berita ekonomi dan sosial, serta pengumuman-pengumuman penting lainnya dapat dengan mudah dan cepat tersampaikan di telinga masyarakat.Correlation of the components of society in making a response to the environment; berupa adanya penjalinan hubungan di antara komponen-komponen masyarakat di dalam merespon atau melakukan sesuatu terhadap lingkungan secara bersama-sama.Transmission of the social inheritance; berupa adanya pengalihan atau pewarisan sosial (pendidikan, agama, dan budaya,) di lingkungan ma…

Pelajari Perbedaan Media Massa dan Media Nirmassa

Media massa merupakan kata yg sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Media massa adalah media atau sarana penghubung berita atau informasi yg ditujukan kepada sejumlah orang yg relatif banyak serta memiliki jangkauan atau cakupan yg luas. Sejumlah orang yg dimaksud diatas biasa juga disebut sebagai audience (pembaca, pendengar, penonton, atau pemirsa). Adapun yg termasuk dalam kategori media massa antara lain, surat kabar, radio, televisi dan lain sebagainya.

Sedangkan media nirmassa atau juga bisa disebut sebagai media nonmassa, meliputi surat, telepon, telegram, poster, spanduk, dan masih banyak lagi. Melalui penjabaran di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa, perbedaan mendasar antara media massa dan media nirmassa hanyalah terletak pada jumlah target atau audience-nya, serta jangkauan dan cakupan yg berbeda. Media nirmasa hanya menunjukkan berita atau informasinya kepada satu atau sebagian kecil kelompok, Sehingga media nirmassa lebih bersifat pribadi atau private, berbeda …

Pengelompokan Ilmu Menurut Undang-Undang dan Pendapat Para Ahli

Di dalam Undang-Undang Pokok tentang Perguruan Tinggi No. 22 Tahun 1961, menggolongkan ilmu pengetahuan ke dalam empat kelompok yakni: Ilmu agama/kerohanian,Ilmu kebudayaan,Ilmu sosial,Ilmu eksakta dan teknik. Pengelompokkan ilmu di atas, ternyata berbeda dengan pendapat para ahli. Salah satu dari para ahli yakni Dr. Mohammad Hatta dalam bukunya yg berjudul "Pengantar ke Jalan Ilmu dan Pengetahuan" berpendapat bahwa, pengelompokkan ilmu terbagi atas tiga kelompok antara lain: Ilmu alam (yg terbagi atas teoritika dan praktika),Ilmu sosial (yg terbagi atas teoritika dan praktika),Ilmu kultur. Adapun ahli lain yg juga mengemukakan pendapatnya yakni, H. Endang Saifuddin Anshari, M.A. yg menuliskan penggolongan ilmu ke dalam tiga kelompok yg dimuat dalam bukunya yg berjudul, "Ilmu, Filsafat dan Agama" antara lain sebagai berikut: Ilmu alam (natural science),Ilmu kemasyarakatan (social science),Humaniora (humanities studies). Pendapat Anshari di atas ternyata memiliki kesa…