Skip to main content

Perubahan Orientasi Pembangunan dan Komunikasi Menurut Voight dan Hanneman


Para ahli komunikasi telah banyak yg menampilkan pemikiran-pemikirannya untuk mengubah orientasi komunikasi yg tidak sesuai dengan pembangunan yg dilancarkan dimana-mana, agar dapat selaras dengan orientasi pembangunan. Berikut pendapat Voight dan Hanneman mengenai perubahan dari orientasi pembangunan dan komunikasi yg lama ke orientasi  pembangunan dan komunikasi yg baru.

(Orientasi pembangunan dan komunikasi yg lama)
  1. Pengawasan secara vertikal (dari atas ke bawah).
  2. Mengandalkan media massa (komunikasi satu arah).
  3. Orientasi propaganda.
  4. Pembangunan berdasarkan sosialisasi palsu.
  5. Orientasi teknis/ekonomis.
  6. Tujuan identitas, integritas dan kesatuan nasional.
  7. Pembangunan yg diberi ciri arahan kultural dan artistik (kadang-kadang sensor).
  8. Pembangunan yang "berorientasikan jawaban".
  9. Pembangunan yg berorientasikan produk.
(Orientasi pembangunan dan komunikasi yg baru)

  1. Pengawasan secara horizontal (menyamping dan dari bawah ke atas).
  2. Mengandalkan layanan antarpribadi (komunikasi dua dan banyak arah).
  3. Orientasi pelayanan.
  4. Pembangunan berdasarkan partisipasi.
  5. Orientasi kebutuhan dan hak manusia.
  6. Tujuan identitas dan solidaritas subnasional (kepentingan etnis dan kelompok)
  7. Pembangunan yg diberi ciri kreativitas kultural dan artistik (kadang-kadang opisisi).
  8. Pembangunan yg berorientasikan permasalahan atau pernyataan.
  9. Pembangunan yg berorientasikan proses.

Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Perubahan Orientasi Pembangunan dan Komunikasi Menurut Voight dan Hanneman" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "ILMU KOMUNIKASI - Teori dan Praktek" penulis. Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A., editor. Tjun Surjaman, Cetakan ke-21, Penerbit. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2007. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Artikel Terkait:
Baca Juga:
Lihat Semua Artikel Disini


*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Perubahan Orientasi Pembangunan dan Komunikasi Menurut Voight dan Hanneman" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Comments

Popular posts from this blog

Fungsi Komunikasi Di Masyarakat Menurut Harold D. Lasswell

Menurut sang ahli komunikasi terkenal bernama Harold D. Lasswell, fungsi komunikasi yg terjadi di masyarakat terbagi menjadi tiga, antara lain sebagai berikut: The Surveillance of The Environment; berupa pengamatan atau pemantauan terhadap lingkungan, yakni dengan adanya persebaran komunikasi (informasi dan pesan) pada setiap anggota masyarakat di lingkungan masyarakatnya, menjadikan pemantauan dan pengawasan terhadap lingkungan atas segala sesuatu yg terjadi seperti peringatan bencana, berita ekonomi dan sosial, serta pengumuman-pengumuman penting lainnya dapat dengan mudah dan cepat tersampaikan di telinga masyarakat.Correlation of the components of society in making a response to the environment; berupa adanya penjalinan hubungan di antara komponen-komponen masyarakat di dalam merespon atau melakukan sesuatu terhadap lingkungan secara bersama-sama.Transmission of the social inheritance; berupa adanya pengalihan atau pewarisan sosial (pendidikan, agama, dan budaya,) di lingkungan ma…

Pelajari Perbedaan Media Massa dan Media Nirmassa

Media massa merupakan kata yg sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Media massa adalah media atau sarana penghubung berita atau informasi yg ditujukan kepada sejumlah orang yg relatif banyak serta memiliki jangkauan atau cakupan yg luas. Sejumlah orang yg dimaksud diatas biasa juga disebut sebagai audience (pembaca, pendengar, penonton, atau pemirsa). Adapun yg termasuk dalam kategori media massa antara lain, surat kabar, radio, televisi dan lain sebagainya.

Sedangkan media nirmassa atau juga bisa disebut sebagai media nonmassa, meliputi surat, telepon, telegram, poster, spanduk, dan masih banyak lagi. Melalui penjabaran di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa, perbedaan mendasar antara media massa dan media nirmassa hanyalah terletak pada jumlah target atau audience-nya, serta jangkauan dan cakupan yg berbeda. Media nirmasa hanya menunjukkan berita atau informasinya kepada satu atau sebagian kecil kelompok, Sehingga media nirmassa lebih bersifat pribadi atau private, berbeda …

Pengelompokan Ilmu Menurut Undang-Undang dan Pendapat Para Ahli

Di dalam Undang-Undang Pokok tentang Perguruan Tinggi No. 22 Tahun 1961, menggolongkan ilmu pengetahuan ke dalam empat kelompok yakni: Ilmu agama/kerohanian,Ilmu kebudayaan,Ilmu sosial,Ilmu eksakta dan teknik. Pengelompokkan ilmu di atas, ternyata berbeda dengan pendapat para ahli. Salah satu dari para ahli yakni Dr. Mohammad Hatta dalam bukunya yg berjudul "Pengantar ke Jalan Ilmu dan Pengetahuan" berpendapat bahwa, pengelompokkan ilmu terbagi atas tiga kelompok antara lain: Ilmu alam (yg terbagi atas teoritika dan praktika),Ilmu sosial (yg terbagi atas teoritika dan praktika),Ilmu kultur. Adapun ahli lain yg juga mengemukakan pendapatnya yakni, H. Endang Saifuddin Anshari, M.A. yg menuliskan penggolongan ilmu ke dalam tiga kelompok yg dimuat dalam bukunya yg berjudul, "Ilmu, Filsafat dan Agama" antara lain sebagai berikut: Ilmu alam (natural science),Ilmu kemasyarakatan (social science),Humaniora (humanities studies). Pendapat Anshari di atas ternyata memiliki kesa…