Skip to main content

Persiapan dan Sikap Pada Saat Sebelum Berpidato

Image Background provided by Facebook
Sebelum kita hendak menaiki mimbar dan berpidato di hadapan pendengar atau audience. Persiapan telah harus kita siapkan terlebih dahulu selagi masih berada di rumah. Dan hal pertama yg mesti kita pikirkan adalah mengenai baju atau seragam apa yg akan kita kenakan ketika hendak memberikan sambutan atau pidato di depan tamu acara atau hadirin yg hadir.

Pentingnya memilih pakaian yg tepat, merupakan aspek penting di dalam memenuhi persyaratan source attractiveness atau daya tarik sumber sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan suatu pidato yg berkesan dan membekas di hati para pendengarnya.

Contoh sederhana sebagai bentuk pengaplikasian aspek diatas yakni, dengan mengenakan gaun atau setelan jas pada acara yg bersifat formal atau resmi dan bertemakan pakaian ala barat, atau mengenakan kebaya dan batik pada acara yg bersifat lokal atau kedaerahan.

Tidak jarang kita temui situasi dimana kita tidak mengetahui dgn pasti, dress code atau pakaian apa yg harus kita kenakan yg sesuai dengan situasi atau tema yg diangkat. Oleh karna itu, pakaian safari merupakan pilihan yg tepat sebab tidak akan membawa kejanggalan serta cocok dalam situasi apapun.

Persiapan materi atau bahan pidato juga tidak luput sebagai faktor penting atau krusial di antara faktor lainnya. Namun dengan mengesampingkan materi pidato yg kita anggap sudah mantap. Selanjutnya kita beralih pada sikap sebelum menaiki mimbar dan mulai untuk berpidato.

Sikap yg merupakan perwujudan yg menggambarkan karakteristik seseorang, serta dapat memberikan kesan kepada orang lain atas kepribadian dan kredibilitas yg dimiliki oleh mimbarwan, dirasa penting dan perlu bagi seorang narasumber yg telah memiliki 'nama' diantara para hadirin yg ada. Adapun sikap yg dituntut disini, yakni berupa sikap simpatik, dimana sang mimbarwan harus bersikap ramah dan murah senyum serta tidak bermuka kecut dan selalu bersikap tenang. Dan sebelum berjalan ke mimbar, akan lebih baik jika sang mimbarwan memberikan hormat terlebih dahulu kepada para pejabat atau tokoh-tokoh penting yg tengah duduk di barisan kursi paling depan.

Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Persiapan dan Sikap Pada Saat Sebelum Berpidato" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "ILMU KOMUNIKASI - Teori dan Praktek" penulis. Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A., editor. Tjun Surjaman, Cetakan ke-21, Penerbit. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2007. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Baca Juga:
Lihat Semua Artikel Disini


*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Persiapan dan Sikap Pada Saat Sebelum Berpidato" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Comments

Popular posts from this blog

Fungsi Komunikasi Di Masyarakat Menurut Harold D. Lasswell

Menurut sang ahli komunikasi terkenal bernama Harold D. Lasswell, fungsi komunikasi yg terjadi di masyarakat terbagi menjadi tiga, antara lain sebagai berikut: The Surveillance of The Environment; berupa pengamatan atau pemantauan terhadap lingkungan, yakni dengan adanya persebaran komunikasi (informasi dan pesan) pada setiap anggota masyarakat di lingkungan masyarakatnya, menjadikan pemantauan dan pengawasan terhadap lingkungan atas segala sesuatu yg terjadi seperti peringatan bencana, berita ekonomi dan sosial, serta pengumuman-pengumuman penting lainnya dapat dengan mudah dan cepat tersampaikan di telinga masyarakat.Correlation of the components of society in making a response to the environment; berupa adanya penjalinan hubungan di antara komponen-komponen masyarakat di dalam merespon atau melakukan sesuatu terhadap lingkungan secara bersama-sama.Transmission of the social inheritance; berupa adanya pengalihan atau pewarisan sosial (pendidikan, agama, dan budaya,) di lingkungan ma…

Pelajari Perbedaan Media Massa dan Media Nirmassa

Media massa merupakan kata yg sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Media massa adalah media atau sarana penghubung berita atau informasi yg ditujukan kepada sejumlah orang yg relatif banyak serta memiliki jangkauan atau cakupan yg luas. Sejumlah orang yg dimaksud diatas biasa juga disebut sebagai audience (pembaca, pendengar, penonton, atau pemirsa). Adapun yg termasuk dalam kategori media massa antara lain, surat kabar, radio, televisi dan lain sebagainya.

Sedangkan media nirmassa atau juga bisa disebut sebagai media nonmassa, meliputi surat, telepon, telegram, poster, spanduk, dan masih banyak lagi. Melalui penjabaran di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa, perbedaan mendasar antara media massa dan media nirmassa hanyalah terletak pada jumlah target atau audience-nya, serta jangkauan dan cakupan yg berbeda. Media nirmasa hanya menunjukkan berita atau informasinya kepada satu atau sebagian kecil kelompok, Sehingga media nirmassa lebih bersifat pribadi atau private, berbeda …

Pengelompokan Ilmu Menurut Undang-Undang dan Pendapat Para Ahli

Di dalam Undang-Undang Pokok tentang Perguruan Tinggi No. 22 Tahun 1961, menggolongkan ilmu pengetahuan ke dalam empat kelompok yakni: Ilmu agama/kerohanian,Ilmu kebudayaan,Ilmu sosial,Ilmu eksakta dan teknik. Pengelompokkan ilmu di atas, ternyata berbeda dengan pendapat para ahli. Salah satu dari para ahli yakni Dr. Mohammad Hatta dalam bukunya yg berjudul "Pengantar ke Jalan Ilmu dan Pengetahuan" berpendapat bahwa, pengelompokkan ilmu terbagi atas tiga kelompok antara lain: Ilmu alam (yg terbagi atas teoritika dan praktika),Ilmu sosial (yg terbagi atas teoritika dan praktika),Ilmu kultur. Adapun ahli lain yg juga mengemukakan pendapatnya yakni, H. Endang Saifuddin Anshari, M.A. yg menuliskan penggolongan ilmu ke dalam tiga kelompok yg dimuat dalam bukunya yg berjudul, "Ilmu, Filsafat dan Agama" antara lain sebagai berikut: Ilmu alam (natural science),Ilmu kemasyarakatan (social science),Humaniora (humanities studies). Pendapat Anshari di atas ternyata memiliki kesa…