Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2017

11 (Sebelas) Asas Kepemimpinan Dalam ABRI

Sebelas Asas Kepemimpinan ABRI yg terdiri atas asas-asas sebagai berikut: Taqwa: iman dan percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan taat menjalankan perintahnya.Ing ngarso sung tulodo: berada di paling depan untuk memberikan tauladan yg positif kepada anak buahnya.Ing madya mangun karsa: bergiat dan menggugah semangat untuk berkreasi ditengah-tengah anak buah.Tut wuri handayani: memberi dorongan dari belakang agar anak buah maju terus dengan kesanggupan bertanggung jawab.Waspada purbawisesa: waspada disertai kemampuan mengendalikan anak buah secara bijaksana.Ambeg paramaarta: mampu memilih secara tepat mana yg terlebih dahulu harus diutamakan.Prasaja: berperilaku sederhana, tidak berlebih-lebihan.Satya: loyal kepada atasan, teman sejawat setingkat dan bawahanGemi nastiti: mampu membatasi pengeluaran hanya kepada yg sangat mendesak, tidak hidup boros.Belaka: terbuka dan berani bertanggung jawab atas tindakan yg dilakukan.Legawa: rela untuk pada saatnya menyerahkan jabatan atau tanggung ja…

8 (Delapan) Perbedaan Dasar Antara Komunikasi Pembangunan Dan Komunikasi Penunjang Pembangunan

Komunikasi Pembangunan (Development Communication) dan Komunikasi Penunjang Pembangunan (Development Support Communication) memiliki delapan perbedaan dasar yg menjadi acuan untuk pemisahan dan pemakaian istilah yg tepat untuk diaplikasikan atau diterapkan pada bidang yg maksudkan. Adapun bunyi delapan perbedaan dasar tersebut adalah sebagai berikut:

(Komunikasi Pembangunan) Pada umumnya diterapkan pada entitas nasional atau makro.Secara fungsional tidak terarah dan samar-samar.Terbuka dan persuasif.Demi dampaknya mengandalkan ciri-ciri yg melekat pada teknologi.Terbatas pada media berlandaskan teknologi, yakni media massa.Jelas-jelas hirarkis "dari atas ke bawah"Penelitian teramat problematik, keragaman variabel, kesulitan akses dan kontrol, akibatnya amat kekurangan penelitian.Telah kehilangan kredibilitas bertahun-tahun. (Komunikasi Penunjang Kebutuhan)
Pada umumnya diterapkan pada entitas makro atau lokal.Secara fungsional terarah, terorientasi kepada tujuan, dan berkaita…

Perubahan-Perubahan Paradigma Tentang Komunikasi dan Pembangunan Menurut Jan Servaes

Seorang cendekiawan asal Eropa bernama Jan Servaes, mengemukakan dalam artikelnya yg berjudul "Towards an Alternative Concept of Communication and Development" tentang perubahan-perubahan besar dalam pemikiran mengenai pembangunan dan komunikasi yg antara lain sebagai berikut: Dari pendekatan positivis-instrumentalis, yang terutama menggunakan indikator-indikator kuantifiabel, menuju kepada pendirian yg lebih normatif, yang membangun metode kualitatif dan strukturalis.Dari sudut pandang secara formal, dimana pembangunan didefinisikan dalam istilah-istilah tujuan universal yg bisa dipadukan dengan model prediktif, menuju kepada dimensi yg lebih substantif dimana pembangunan mencakup perubahan kemasyarakatan yg sifatnya kurang dapat diramalkan.Pergesaran pemahaman dari yg 'kebarat-baratan' atau etnosentris menuju ke yang kontekstual dan polisentris.Perubahan dari endogenisme melalui eksogenisme kepada globalisme.Pergeseran dari kerangka atau acuan yg amat nasional, mel…

Kerangka Operasional Atau Operational Framework Dari Komunikasi Pembangunan Menurut Jack Lyle

Di dalam pelaksanaan komunikasi pembangunan, yg terpenting ialah tujuan komunikasi itu sendiri dan tujuan pembangunan itu sendiri, harus selaras dan sesuai dalam pemaknaan dan pengaplikasian keduanya. Tujuan komunikasi yg berkaitan dan selaras dengan tujuan dari pembangunan adalah mengubah sikap, pendapat, dan perilaku yg terjadi pada masyarakat di lingkungannya secara nasional, makro, ataupun lokal.

Berikut adalah pendapat dari Jack Lyle mengenai kerangka operasional pembahasan tentang komunikasi pembangunan.

"Kita menganggap 'pembangunan' sebagai perubahan di dalam suatu masyarakat. Jadi, berdasarkan definisi ini, semua masyarakat adalah masyarakat yg sedang membangun. Untuk pembahasan sekarang ini, barangkali kita harus mengadakan pembatasan yg lebih jauh, bahwa yg kita maksudkan dengan 'pembangunan' adalah program-program yg berencana bagi perubahan yg sengaja diadakan. . . Akan tetapi, apabila kita menerima pengertian 'pembangunan' yg lebih terbatas …

Makna Pembangunan Nasional Dikaji Dalam Buku "Rencana Pembangunan Lima Tahun Kelima 1989/90 - 1993/94"

Penegasan makna tentang pembangunan nasional dapat dikaji melalui isi dari buku "Rencana Pembangunan Lima Tahun Kelima 1989/90 - 1993/94" yg terdapat pada Bab 1 berjudul "Tujuan dan Sasaran-Sasaran Pokok Pembangunan". Adapun bunyinya sebagai berikut:
Pembangunan nasional yang dilaksanakan oleh bangsa Indonesia bertujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yg merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yg merdeka, berdaulat, bersatu, dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yg aman, tentram, tertib, dan dinamis serta dalam lingkungan pergaulan dunia yg merdeka, bersahabat, tertib dan damai. Untuk mencapai tujuan tersebut diatas dengan sebaik-baiknya disusun Pola Umum Pembangunan Jangka Panjang guna mengarahkan dan menyatukan langkah dalam pembinaan dan pembangunan bangsa. Sasaran utama Pembangunan Jangka Panjang adalah terciptanya landasan yg kuat bagi bangsa Indonesia untuk …

Definisi Organisasi Menurut Evert M. Rogers dan Rekha Agarwala Rogers

Kata organisasi di dalam bahasa Latin disebut Organizare yg memiliki arti membentuk sebagai atau menjadi keseluruhan dari bagian-bagian yg saling bergantung atau terkoordinasi.

Istilah organisasi sering dikaitkan dengan kelompok atau kumpulan dari dua individu atau lebih yg saling bekerjasama untuk mencapai tujuan yg satu. Namun di dalam bahasa inggris, kata dasar dari organization yakni organize memiliki arti mengatur atau mengelolah.

Di antara para ahli, ada yg menyebut organisasi sebagai suatu sistem, ada juga yg menyebutnya sebagai sarana, dan lain-lain.

Menurut Evert M. Rogers dan Rekha Agarwala Rogers dalam bukunya yg berjudul "Communication in Organization" menyebutkan bahwa, "Organisasi adalah sebuah sistem stabil antar individu yg saling bekerjasama untuk meraih tujuan yg sama melalui sebuah jenjang kepangkatan dan divisi atau pembagian kerja".

Dengan menganalisa lebih dekat terhadap makna dari kata dasar organization. Kita bisa mampu memahami definisi se…

Kepemimpinan Pancasila Berdasarkan Ajaran Ki Hadjar Dewantara

Kepemimpinan Pancasila merupakan gaya kepemimpinan khas dari Indonesia yg berasal dari penghayatan dan pengamalan nilai-nilai pancasila itu sendiri. Adapun bunyi kepemimpinan pancasila berdasarkan ajaran Ki Hadjar Dewantara adalah sebagai berikut: Ing ngarso sung tulodo, yg berarti: seorang pemimpin harus mampu menjadikan dirinya sebagai panutan terhadap anak buahnya, melalui sikap dan perbuatannya.Ing madya mangun karso, yg berarti: seorang pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang-orang yg dibawahinya.Tut wuri handayani, yg berarti: seorang pemimpin harus mampu mendorong orang-orang yg dipimpinnya, agar berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Kepemimpinan Pancasila Berdasarkan Ajaran Ki Hadjar Dewantara" ini. Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "ILMU KOMUNIKASI - Teori dan Praktek" penulis. Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A., editor. Tjun S…

Persiapan dan Sikap Pada Saat Sebelum Berpidato

Sebelum kita hendak menaiki mimbar dan berpidato di hadapan pendengar atau audience. Persiapan telah harus kita siapkan terlebih dahulu selagi masih berada di rumah. Dan hal pertama yg mesti kita pikirkan adalah mengenai baju atau seragam apa yg akan kita kenakan ketika hendak memberikan sambutan atau pidato di depan tamu acara atau hadirin yg hadir.

Pentingnya memilih pakaian yg tepat, merupakan aspek penting di dalam memenuhi persyaratan source attractiveness atau daya tarik sumber sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan suatu pidato yg berkesan dan membekas di hati para pendengarnya.

Contoh sederhana sebagai bentuk pengaplikasian aspek diatas yakni, dengan mengenakan gaun atau setelan jas pada acara yg bersifat formal atau resmi dan bertemakan pakaian ala barat, atau mengenakan kebaya dan batik pada acara yg bersifat lokal atau kedaerahan.

Tidak jarang kita temui situasi dimana kita tidak mengetahui dgn pasti, dress code atau pakaian apa yg harus kita kenakan yg sesuai deng…

Definisi Perang Urat Saraf atau Psychological Warfare menurut William E. Daugherty dan Morris Janowitz

Istilah perang urat saraf merupakan istilah yg baru di era milenium ini, namun masih berupa gagasan lama yg telah ada sejak peperangan kuno atau zaman dahulu kala, dimana peperangannya masih mengandalkan jumlah dan kemampuan dari para prajuritnya, berbeda dengan peperangan zaman milenium yg lebih mengedepankan kemajuan teknologi dan persenjataannya.

William E. Daugherty bersama Morris Janowitz di dalam bukunya yg berjudul "A Psychological Warfare Casebook" menyatakan bahwa perang urat saraf dapat didefinisikan sebagai:

"The planned use of propaganda and other actions designed to influence the opinions, emotions, attitudes, and behavior of enemy, neutral, and friendly foreign groups in such a way as to support the accomplishment of national aims and objectives".

Yang diartikan ke dalam Bahasa Indonesia.

"Penggunaan secara berencana propaganda dan kegiatan-kegiatan lainnya yg dirancangkan untuk mempengaruhi pendapat, emosi, sikap, dan perilaku pihak musuh, piha…