Skip to main content

Kenali Dan Pahami Arti Narasi


Kata Narasi memiliki banyak arti dan banyak digunakan pada cerpen, novel, atau karya sastra lainnya, serta dipakai pula pada drama, teater, atau seni peran lainnya. Kata Narasi berasal dari bahasa latin yakni narrare yg berarti menceritakan suatu peristiwa. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, narasi memiliki arti 1) pengisahan suatu cerita atau kejadian; 2) cerita atau deskripsi suatu kejadian atau peristiwa; kisahan; 3) tema suatu karya seni:-menyajikan sebuah kejadian yg disusun berdasarkan urutan waktu.

Seseorang yg melakukan narasi disebut sebagai narator. Sang narator bisa berasal dari sudut pandang orang pertama, kedua, dan ketiga. Kalimat narasi harus bersifat naratif, ekspresif, dan komunikatif. Intinya, narasi yg dibawakan harus dapat dengan mudah dipahami dan dimengerti oleh para audience-nya.

Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Kenali Dan Pahami Arti Narasi" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "Seni Menulis Sastra Hijau bersama Perhutani" penulis. Naning Pranoto, dkk, editor. Sides Sudyarto DS, Cetakan Pertama, Penerbit. PERHUTANI, Jakarta, 2013. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Artikel Terkait:
Baca Juga:
Lihat Semua Artikel Disini

*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Kenali Dan Pahami Arti Narasi" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Comments

Popular posts from this blog

Fungsi Komunikasi Di Masyarakat Menurut Harold D. Lasswell

Menurut sang ahli komunikasi terkenal bernama Harold D. Lasswell, fungsi komunikasi yg terjadi di masyarakat terbagi menjadi tiga, antara lain sebagai berikut: The Surveillance of The Environment; berupa pengamatan atau pemantauan terhadap lingkungan, yakni dengan adanya persebaran komunikasi (informasi dan pesan) pada setiap anggota masyarakat di lingkungan masyarakatnya, menjadikan pemantauan dan pengawasan terhadap lingkungan atas segala sesuatu yg terjadi seperti peringatan bencana, berita ekonomi dan sosial, serta pengumuman-pengumuman penting lainnya dapat dengan mudah dan cepat tersampaikan di telinga masyarakat.Correlation of the components of society in making a response to the environment; berupa adanya penjalinan hubungan di antara komponen-komponen masyarakat di dalam merespon atau melakukan sesuatu terhadap lingkungan secara bersama-sama.Transmission of the social inheritance; berupa adanya pengalihan atau pewarisan sosial (pendidikan, agama, dan budaya,) di lingkungan ma…

Pelajari Perbedaan Media Massa dan Media Nirmassa

Media massa merupakan kata yg sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Media massa adalah media atau sarana penghubung berita atau informasi yg ditujukan kepada sejumlah orang yg relatif banyak serta memiliki jangkauan atau cakupan yg luas. Sejumlah orang yg dimaksud diatas biasa juga disebut sebagai audience (pembaca, pendengar, penonton, atau pemirsa). Adapun yg termasuk dalam kategori media massa antara lain, surat kabar, radio, televisi dan lain sebagainya.

Sedangkan media nirmassa atau juga bisa disebut sebagai media nonmassa, meliputi surat, telepon, telegram, poster, spanduk, dan masih banyak lagi. Melalui penjabaran di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa, perbedaan mendasar antara media massa dan media nirmassa hanyalah terletak pada jumlah target atau audience-nya, serta jangkauan dan cakupan yg berbeda. Media nirmasa hanya menunjukkan berita atau informasinya kepada satu atau sebagian kecil kelompok, Sehingga media nirmassa lebih bersifat pribadi atau private, berbeda …

Pengelompokan Ilmu Menurut Undang-Undang dan Pendapat Para Ahli

Di dalam Undang-Undang Pokok tentang Perguruan Tinggi No. 22 Tahun 1961, menggolongkan ilmu pengetahuan ke dalam empat kelompok yakni: Ilmu agama/kerohanian,Ilmu kebudayaan,Ilmu sosial,Ilmu eksakta dan teknik. Pengelompokkan ilmu di atas, ternyata berbeda dengan pendapat para ahli. Salah satu dari para ahli yakni Dr. Mohammad Hatta dalam bukunya yg berjudul "Pengantar ke Jalan Ilmu dan Pengetahuan" berpendapat bahwa, pengelompokkan ilmu terbagi atas tiga kelompok antara lain: Ilmu alam (yg terbagi atas teoritika dan praktika),Ilmu sosial (yg terbagi atas teoritika dan praktika),Ilmu kultur. Adapun ahli lain yg juga mengemukakan pendapatnya yakni, H. Endang Saifuddin Anshari, M.A. yg menuliskan penggolongan ilmu ke dalam tiga kelompok yg dimuat dalam bukunya yg berjudul, "Ilmu, Filsafat dan Agama" antara lain sebagai berikut: Ilmu alam (natural science),Ilmu kemasyarakatan (social science),Humaniora (humanities studies). Pendapat Anshari di atas ternyata memiliki kesa…