Thursday, July 27, 2017

Kisah Menarik Abraham Lincoln Sebagai Orator Ternama

Image Background provided by Facebook

Abraham Lincoln, merupakan seorang politikus dan pengacara yg juga menjadi presiden Amerika Serikat ke-16. Ia juga merupakan seorang yg ahli bicara dan orator ulung yg dapat membuat terkesan para audience-nya.

Dari sekian banyak pidato yg ditampilkan oleh Abraham Lincoln yg memiliki pengaruh atau dampak paling besar adalah pidatonya yg bersikeras untuk menghapuskan undang-undang perbudakan di negaranya, dimana ia mengatakan bahwa "[The] Institution of slavery is founded on both injustice and bad policy, but the promulgation of abolition doctrines tends rather to increase than abate its evil" yg di artikan ke dalam bahasa Indonesia menjadi "Undang-undang perbudakan didasari baik atas ketidakadilan maupun kebijakan yg buruk, akan tetapi doktrin-doktrin terhadap perundangan-undangan penghapusan perbudakan cenderung meningkat daripada mengurangi kejahatannya itu sendiri".

Jauh sebelum itu, Abraham Lincoln juga telah beberapa kali melakukan pidato dalam rangka mengikuti pemilihan anggota dewan kota Illinois untuk yg pertama kalinya pada bulan Maret 1832. Namun sayang disayangkan ia masih belum berhasil dan mengalami kekalahan, dikarenakan kurang dalam hal pendidikan, uang, dan teman atau kenalan yg berpengaruh atau berkuasa.

Dan masih pada tahun yg sama yakni tepatnya pada tanggal 6 bulan Agustus, ia juga masih mengalami kekalahan namun bukan karna hal yg serupa seperti sebelumnya, melainkan adanya gangguan atau lebih tepatnya serangan terhadap pendukung dari Abraham Lincoln ketika beliau sedang memberikan pidatonya, sehingga membuat ia meladeni sendiri gangguan dari pelaku tersebut dan melemparnya. 

Pada akhirnya iapun memutuskan untuk lebih belajar lagi terlebih pada bidang hukum, yg pada akhirnya membawa ia sukses pada pemilihan suara di tahun 1834 dan terus menitih karirnya sebagai politikus sekaligus pengacara yg membuatnya meraih banyak hal dan akhirnya dapat menjadi presiden Amerika Serikat ke-16 yg terus dikenang oleh rakyatnya bahkan oleh seluruh dunia.

Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Kisah Menarik Abraham Lincoln Sebagai Orator Ternama" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "ILMU KOMUNIKASI - Teori dan Praktek" penulis. Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A., editor. Tjun Surjaman, Cetakan ke-21, Penerbit. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2007. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Artikel Terkait:
Baca Juga:
Lihat Semua Artikel Disini


*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Kisah Menarik Abraham Lincoln Sebagai Orator Ternama" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Mengulas Sifat-Sifat Keindahan Suatu Bahasa Menurut Aristoteles

Image Background provided by Facebook

Suatu bahasa selain berguna sebagai media di dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan eksplikasi, ternyata juga memiliki aspek estetik atau keindahan bahasa yg dapat mempengaruhi pikiran dan emosi audience-nya.

Seorang ahli dan ilmuwan terkenal asal Yunani bernama Aristoteles, memberikan sedikit buah dari hasil pemikiran dan penalarannya mengenai sifat-sifat yg musti terkandung di dalam keindahan suatu bahasa. Adapun sifat-sifat yg dimaksud adalah sebagai berikut:
  1. Corrective; yakni bersifat mengoreksi dan membenarkan sesuatu hal yg masih terdapat kekeliruan dan kesalahan makna pada kata atau kalimat, serta memperbaiki kalimat yg masih rancu atau berantakan dengan mentranformasinya ke dalam bahasa yg lebih indah dan lebih berkesan.
  2. Instructive; yakni bahasa yg digunakan bersifat membangun atau memiliki kualitas dan bobot tulisan yg dapat dijadikan petunjuk dan panduan di dalam mengembangkan dan memajukan berbagai bidang dan aspek dalam kehidupan.
  3. Suggestive: yakni bersifat sugesti atau menanamkan saran-saran atau ideologi-ideologi tertentu, yg dapat mempengaruhi dan menggerakkan hati seseorang ke arah yg disugestikan.
  4. Defensive; yakni bahasa yg dimaksud dapat digunakan untuk mempertahankan dan membela diri terhadap serangan apapun baik fisik maupun nonfisik atas tuduhan, sanggahan, ataupun kritikan. Sehingga bahasa yg dilontarkan suatu ketika dapat melindungi diri sendiri atau individu lain.
Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Mengulas Sifat-Sifat Keindahan Suatu Bahasa Menurut Aristoteles" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "ILMU KOMUNIKASI - Teori dan Praktek" penulis. Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A., editor. Tjun Surjaman, Cetakan ke-21, Penerbit. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2007. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Artikel Terkait:
Baca Juga:
Lihat Semua Artikel Disini


*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Mengulas Sifat-Sifat Keindahan Suatu Bahasa Menurut Aristoteles" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Wednesday, July 26, 2017

Kenali Dan Pahami Arti Retorika

Image Background provided by Facebook

Penggunaan dan pengaplikasian kata retorika telah ada bahkan sejak zaman yunani kuno, dimana retorika sering ditampilkan dalam orasi-orasi yg dilakukan di yunani kuno yg juga menjadi cikal bakal lahirnya sistem demokrasi. 

Kata Retorika itu sendiri di dalam bahasa inggris menjadi rhetoric memiliki arti, suatu seni di dalam menulis ataupun berbicara yg efektif dan persuasif (membujuk), biasanya digunakan pada pidato, orasi dan lain sebagainya, dimana bahasa yg digunakan dapat meninggalkan efek kesan yg luar biasa, tetapi sering kali memiliki kekurangan dalam segi makna dan pesan moril yg terkandung di dalamnya.

Sebuah pidato atau orasi yg bersifat retorik, jelas lebih mengedepankan pada aspek persuasif dan memberi kesan yg luar biasa dan mendalam pada para audience-nya, sehingga dapat memicu pergolakan emosi bagi setiap orang yg menyaksikan. Namun bagi seorang komunikator atau orator yg baik, harusnya lebih mengedepankan logika yg didukung dengan berbagai fakta, dan bukan sebaliknya menampilkan perkataan-perkataan yg membual dan hanya sekedar karangan semata. Sehingga pidato atau orasi yg ditampilkan dapat lebih berbobot dan patut untuk didengarkan.

Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Kenali Dan Pahami Arti Retorika" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "ILMU KOMUNIKASI - Teori dan Praktek" penulis. Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A., editor. Tjun Surjaman, Cetakan ke-21, Penerbit. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2007. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Artikel Terkait:
Baca Juga:
Lihat Semua Artikel Disini


*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Kenali Dan Pahami Arti Retorika" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Tuesday, July 25, 2017

Mengulik Tujuan Utama Strategi Komunikasi Menurut R. Wayne Pace dkk

Image Background provided by Facebook

Strategi Komunikasi merupakan sebuah panduan, petunjuk, pengaturan, dan perencanaan komunikasi agar dapat mencapai tujuan dan maksud yg telah ditetapkan. Adapun tujuan utama dari strategi komunikasi menurut ahli R. Wayne Pace dan kawan-kawan, dalam bukunya yg berjudul Techniques for Effective Communication adalah sebagai berikut:
  1. to secure understanding; yakni untuk saling menjaga keterpahaman masing-masing di antara komunikator dan komunikannya. Hal ini dimaksudkan agar bahwa selama proses komunikasi berlangsung diantara keduanya, tidak akan ada yg namanya kesalahpahaman dan kekeliruan di dalam mengartikan dan memaknai pesan atau informasi.
  2. to establish acceptance; yakni untuk saling menerima dan mengakui satu sama lain di antara komunikator dan komunikan. Hal ini dimaksudkan agar baik komunikator menerima balasan (feedback) secara terang dan jelas yg disampaikan oleh komunikan, dan komunikan pula menerima pesan atau informasi secara lugas dan tanggap yg dilayangkan oleh komunikator kepadanya serta berusaha agar tidak menerima penolakan dari salah satu pihak.
  3. to motivate action; yakni untuk memberikan dorongan atau motivasi dalam bertindak dan melakukan perintah yg diterima melalui pesan yg telah dikomunikasikan sebelumnya, agar segera dilaksanakan dan diwujudkan.
Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Mengulik Tujuan Utama Strategi Komunikasi Menurut R. Wayne Pace dkk" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "ILMU KOMUNIKASI - Teori dan Praktek" penulis. Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A., editor. Tjun Surjaman, Cetakan ke-21, Penerbit. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2007. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Artikel Terkait:
Baca Juga:
Lihat Semua Artikel Disini


*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Mengulik Tujuan Utama Strategi Komunikasi Menurut R. Wayne Pace dkk" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Fungsi Dan Kegunaan Komunikasi Secara Umum Menurut Sean MacBride dkk

Image Background provided by Facebook

Sean MacBride dan kawan-kawan di dalam bukunya yg berjudul Many Voices One World, mengemukakan beberapa fungsi dan kegunaan komunikasi secara umum, antara lain sebagai berikut:
  1. Information, sebagai pengumpulan, pemrosesan, dan penyebaran informasi dan pesan yg dapat berupa berita, data, gambar, fakta, opini, pengumuman dan peringatan yg mengindikasikan atau menggambarkan kondisi lingkungan baik secara sempit atau luas sehingga para audience-nya dapat mengambil keputusan yg tepat.
  2. Socialize, sebagai cara untuk memperkokoh jiwa sosial dan solidaritas di lingkungan masyarakat, sehingga setiap anggota masyarakat ikut aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
  3. Motivation, sebagai pendorong dan pembangkit motivasi kepada individu atau kelompok agar menjadi lebih aktif dan produktif, sehingga dapat menyiapkan diri untuk menjadi pribadi yg kompetitif.
  4. Debate & Discussion, sebagai sarana atau media di dalam bertukar pikiran, baik fakta maupun opini sehingga menghasilkan kesimpulan yg disepakati secara bersama-sama atau hanya sekedar ajang untuk mengulas dan mengkritik sesuatu hal atau masalah tertentu.
  5. Education; sebagai media atau penghubung di dalam menyampaikan ilmu pengetahuan agar lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh target atau sasaran yg dimaksud, serta demi penyebarluasan knowledge secara merata di seluruh wilayah bahkan sampai ke daerah pelosok atau terpencil.
  6. Culturization; sebagai pelestarian dan perkembangan kebudayaan demi memperkenalkan ataupun mengajarkan budaya sosial setempat kepada penduduk lokal maupun nonlokal.
  7. Entertainment; sebagai alat atau sarana penghibur yang menarik minat, ketertarikan, rasa penasaran, maupun hanya sebagai pengisi waktu luang dan cara untuk merelaksasikan dan memanjakan diri.
  8. Integration; sebagai pembaruan, penyatuan, dan pemersatu di antara kalangan individu, kelompok, organisasi, wilayah, maupun bangsa dan bernegara.
Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Fungsi Dan Kegunaan Komunikasi Secara Umum Menurut Sean MacBride dkk" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "ILMU KOMUNIKASI - Teori dan Praktek" penulis. Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A., editor. Tjun Surjaman, Cetakan ke-21, Penerbit. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2007. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Artikel Terkait:
Baca Juga:
Lihat Semua Artikel Disini


*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Fungsi Dan Kegunaan Komunikasi Secara Umum Menurut Sean MacBride dkk" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Fungsi Komunikasi Di Masyarakat Menurut Harold D. Lasswell

Image Background provided by Facebook

Menurut sang ahli komunikasi terkenal bernama Harold D. Lasswell, fungsi komunikasi yg terjadi di masyarakat terbagi menjadi tiga, antara lain sebagai berikut:
  1. The Surveillance of The Environment; berupa pengamatan atau pemantauan terhadap lingkungan, yakni dengan adanya persebaran komunikasi (informasi dan pesan) pada setiap anggota masyarakat di lingkungan masyarakatnya, menjadikan pemantauan dan pengawasan terhadap lingkungan atas segala sesuatu yg terjadi seperti peringatan bencana, berita ekonomi dan sosial, serta pengumuman-pengumuman penting lainnya dapat dengan mudah dan cepat tersampaikan di telinga masyarakat.
  2. Correlation of the components of society in making a response to the environment; berupa adanya penjalinan hubungan di antara komponen-komponen masyarakat di dalam merespon atau melakukan sesuatu terhadap lingkungan secara bersama-sama.
  3. Transmission of the social inheritance; berupa adanya pengalihan atau pewarisan sosial (pendidikan, agama, dan budaya,) di lingkungan masyarakat kepada generasi penerus atau yg akan datang.

Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Fungsi Komunikasi Di Masyarakat Menurut Harold D. Lasswell" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "ILMU KOMUNIKASI - Teori dan Praktek" penulis. Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A., editor. Tjun Surjaman, Cetakan ke-21, Penerbit. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2007. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Artikel Terkait:
Baca Juga:
Lihat Semua Artikel Disini


*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Fungsi Komunikasi Di Masyarakat Menurut Harold D. Lasswell" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Monday, July 24, 2017

Pondasi Di Dalam Membangun Komunikasi Yang Efektif

Image Background provided by Facebook

Sebuah komunikasi yg terjadi di antara komunikator dan komunikan tentu saja tidak selamanya berjalan dengan lancar dan efektif, tetapi terkadang dapat menimbulkan kekeliruan atau kesalahpahaman di antara keduanya. Hal di atas mengindikasikan bahwa terdapat faktor atau hal yg mendasari atas suatu komunikasi yg terbilang lancar dan efektif. Adapun faktor atau hal yg mendasarinya terletak pada field of experience (perbedaan wawasan, budaya, ilmu pengetahuan, dan pengalamannya). 

Dengan adanya kesamaan field of experience di antara komunikator dan komunikan, menjadikan komunikasi lebih efektif dikarenakan pesan atau informasi yg disampaikan dapat diterima dan dicerna secara cepat oleh komunikan, sehingga tidak mengalami delayed atau keterlambatan dalam merespon dan membalas pesan (feedback). Hal ini berbanding terbalik dengan komunikator dan komunikan yg memiliki perbedaan field of experience, yg sudah dapat dipastikan bahwa komunikasi yg coba dijalin di antara keduanya tidak akan berjalan dengan baik dan lancar. 

Namun meskipun demikian, komunikasi yg efektif bisa muncul secara ajaib di antara keduanya, apabila sang komunikator dan komunikan saling memiliki rasa empathy untuk saling bersabar dan menjelaskan hal-hal yg tidak dimengerti oleh pasangannya, sehingga komunikasi yg efektifpun agar segera terwujud meskipun secara perlahan.

Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Pondasi Di Dalam Membangun Komunikasi Yang Efektif" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "ILMU KOMUNIKASI - Teori dan Praktek" penulis. Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A., editor. Tjun Surjaman, Cetakan ke-21, Penerbit. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2007. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Artikel Terkait:
Baca Juga:
Lihat Semua Artikel Disini


*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Pondasi Di Dalam Membangun Komunikasi Yang Efektif" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Sunday, July 23, 2017

Unsur-Unsur Dalam Proses Komunikasi Menurut Philip Kotler

Image Background provided by Facebook

Philip Kotler di dalam bukunya yg berjudul Marketing Management, ia mengemukakan beberapa unsur-unsur di dalam suatu proses komunikasi yg terbilang sebagai komunikasi efektif. Adapun unsur-unsur yg dimaksud adalah sebagai berikut:
  1. Sender; berupa seseorang yg bertindak sebagai komunikator dalam menyampaikan pesannya ke penerima atau komunikan.
  2. Encoding; berupa penyandian atau proses mengalihkan informasi ke dalam bentuk yg dapat diterima dan dicerna oleh komunikan. Bisa ke dalam bahasa, tulisan, gerakan, gambar, ataupun warna.
  3. Message; berupa pesan, isi, atau informasi yg dibawakan dan diterjemahkan oleh encoding. Dimana pesan yg dimaksud, dapat dimengerti dan dipahami oleh komunikan.
  4. Media; alat atau sarana penghubung di dalam menyampaikan pesan ke komunikan.
  5. Decoding; berupa penyandian yg dilakukan oleh komunikan untuk menerjemahkan pesan yg datang dari komunikator, agar dapat diterima dan dicerna oleh komunikan.
  6. Receiver; berupa individu atau lebih yg berperan sebagai komunikan atau penerima pesan.
  7. Response; berupa tanggapan atau reaksi yg dilakukan oleh komunikan, disebabkan karna telah menerima pesan atau informasi dari komunikator.
  8. Feedback; berupa umpan balik atau balasan dari pesan yg disampaikan oleh komunikator.
  9. Noise; berupa gangguan atau pengaruh dari luar yg memecahkan komunikasi antara komunikator dan komunikan, sehingga pesan atau informasi yg diterima tidak jelas dan kacau.
Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Unsur-Unsur Dalam Proses Komunikasi Menurut Philip Kotler" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "ILMU KOMUNIKASI - Teori dan Praktek" penulis. Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A., editor. Tjun Surjaman, Cetakan ke-21, Penerbit. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2007. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Artikel Terkait:
Baca Juga:
Lihat Semua Artikel Disini

*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Unsur-Unsur Dalam Proses Komunikasi Menurut Philip Kotler" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.

---"TERIMA KASIH"---

Menjelaskan Proses Komunikasi Secara Sekunder

Image Background provided by Facebook

Proses komunikasi secara sekunder merupakan proses komunikasi yg dilakukan, dengan menggunakan alat atau sarana sebagai penghubung atau media kedua, yg dipakai untuk mempermudah dan memperpendek jarak komunikasi antara komunikator dan komunikan. Adapun media kedua yg dimaksud adalah berupa surat, telepon, radio, televisi, dan lain sebagainya. Proses komunikasi yg terjadi secara sekunderpun tidak mengharuskan komunikator dan komunikan, untuk saling bertatap muka dan bertukar informasi secara langsung di waktu dan di tempat yg sama, melainkan melalui komunikasi sekunder ini, baik sang komunikator ataupun sang komunikan tidak harus saling terburu-buru atau tergesa-gesa untuk saling memberikan balasan atau respon yg secepatnya, serta melalui penggunaan komunikasi sekunder ini terkadang memberikan kesan tersendiri atau pengalaman yg unik dan menarik bagi para penggunanya.

Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Menjelaskan Proses Komunikasi Secara Sekunder" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "ILMU KOMUNIKASI - Teori dan Praktek" penulis. Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A., editor. Tjun Surjaman, Cetakan ke-21, Penerbit. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2007. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Artikel Terkait:
Baca Juga:

*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Menjelaskan Proses Komunikasi Secara Sekunder" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Memahami Pengertian Dari Makna Denotatif dan Makna Konotatif

Image Background provided by Facebook

Pada setiap kata di dalam suatu bahasa, terkadang memiliki lebih dari satu arti. Namun bukan hanya itu saja, di dalam suatu kata yg hanya memiliki satu arti dapat memiliki beberapa pemaknaan yg berbeda-beda. Dalam hal ini kita mengenal yg namanya makna denotatif dan makna konotatif. Dimana makna denotatif merupakan makna yg mengandung arti sebagaimana tercantum dalam kamus dan diterima secara umum oleh kebanyakan orang yg memiliki persamaan bahasa dan budaya.

Sedangkan untuk makna konotatif merupakan makna khusus atau tambahan yg memiliki arti yg berbeda-beda bagi tiap individu, kelompok, organisasi, bangsa maupun negara yg bergantung pada emosional, situasi, dan penilaiannya sehingga menciptakan pemaknaan yg berbeda dari makna denotatifnya. Makna konotatifpun selalu menimbulkan perbedaan pendapat ataupun anggapan di antara individu-individu atau kelompok-kelompok, yg memperdebatkan sesuatu hal yg mereka anggap perlu untuk ditentukan atau diputuskan mengenai arti dan makna sesungguhnya yg harus dikenakan oleh kata tersebut.

Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Memahami Pengertian Dari Makna Denotatif dan Makna Konotatif" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "ILMU KOMUNIKASI - Teori dan Praktek" penulis. Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A., editor. Tjun Surjaman, Cetakan ke-21, Penerbit. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2007. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Baca Juga:
Lihat Semua Artikel Disini


*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Memahami Pengertian Dari Makna Denotatif dan Makna Konotatif" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Saturday, July 22, 2017

Membahas Singkat Proses Komunikasi Secara Primer

Image Background provided by Facebook

Di dalam proses komunikasi terbagi menjadi dua macam yakni, proses komunikasi secara primer dan proses komunikasi secara sekunder. Untuk proses komunikasi secara primer atau bisa juga disebut sebagai proses komunikasi yg paling utama. Dimana proses komunikasi yg terjadi dilakukan secara langsung antara komunikator dan komunikan dengan menggunakan media yg dapat dengan mudah dimengerti dan dipahami secara langsung tanpa ada perantara atau penghalang di antara keduanya. Media yg dimaksud diatas berupa bahasa, baik secara verbal maupun nonverbal, gerakan atau isyarat, serta dapat pula berupa gambar atau warna.

Proses komunikasi secara primer merupakan salah satu cara bagi individu untuk saling berkomunikasi, yg telah lama ada dan diterapkan oleh manusia bahkan ketika manusia baru mengenal peradaban dan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari. Sehingga dengan terciptanya hubungan atau komunikasi yg ada di antara manusia atau sesama makhluk hidup lainnya, perkembangan dan kemajuan peradaban manusiapun dapat selalu mengalami perubahan dari zaman ke zaman.

Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Membahas Singkat Proses Komunikasi Secara Primer" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "ILMU KOMUNIKASI - Teori dan Praktek" penulis. Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A., editor. Tjun Surjaman, Cetakan ke-21, Penerbit. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2007. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Artikel Terkait:
Baca Juga:

*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel

"Menilik Komponen Dari Suatu Komunikasi" ini.

Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.

---"TERIMA KASIH"---

Menilik Komponen Dari Suatu Komunikasi

Image Background provided by Facebook

Komunikasi memiliki arti di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai 1) pengiriman dan penerimaan pesan berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yg dimaksud dapat dipahami; hubungan; kontak; 2) perhubungan. Suatu komunikasi pada dasarnya terdiri dari beberapa komponen yg saling berkaitan sehingga membentuk sebuah komunikasi yang nyata. Sebuah komunikasi yg terbilang sempurnapun tidak bisa terwujud jika salah satu dari komponen tersebut dihilangkan atau tidak digunakan. Berikut adalah penjabaran komponen-komponen dari suatu komunikasi beserta sedikit penjelasannya.
  1. Komunikator; yakni individu yg melakukan kegiatan komunikasi yg berperan sebagai pengirim pesan (sender).
  2. Pesan; yakni berupa sesuatu hal atau informasi yg ingin disampaikan atau ditujukan kepada si penerima (receiver).
  3. Media; yakni berupa alat atau equipment yang digunakan sebagai penghubung dalam mengirim informasi dari si pengirim ke si penerima.
  4. Komunikan; yakni individu yg turut melakukan suatu komunikasi dan bertindak sebagai penerima dari informasi yg ditujukan kepadanya.
  5. Efek; yakni berperan sebagai penambah atau penguat isi dari pesan atau informasi, sehingga memunculkan tanggapan atau reaksi tertentu dari si penerima.
Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Menilik Komponen Dari Suatu Komunikasi" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "ILMU KOMUNIKASI - Teori dan Praktek" penulis. Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A., editor. Tjun Surjaman, Cetakan ke-21, Penerbit. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2007. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Artikel Terkait:
Baca Juga:
Lihat Semua Artikel Disini


*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Menilik Komponen Dari Suatu Komunikasi" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Friday, July 21, 2017

Ketahui 7 Aspek Penting Dalam Hal Editing

Image Background provided by Facebook

Di dalam proses editing, terdapat beberapa aspek yg harus dipenuhi agar hasil editing yg telah jadi dapat memiliki selling point atau daya tarik untuk memikat para pembacanya. Adapun 7 aspek yg akan dipaparkan dibawah merupakan aspek yg telah berstandar internasional yg sudah menjadi acuan bagi para editor di seluruh dunia.
  1. Readability and Legibility; berupa kualitas tulisan dalam hal keterbacaan dan kejelasan tulisannya, serta dapat dengan mudah dibaca oleh para pembaca.
  2. Konsistensi Naskah; berupa ketetapan dan kemantapan naskah di dalam menuliskan isi tulisan yg sesuai dengan tema, tajuk, atau judul yg dibawakan, serta tidak bersifat melengceng atau keluar dari topik yg di bahas (Out of Topic).
  3. Tata Bahasa; berupa aturan atau kaidah di dalam menyusun bahasa (kalimat dan paragraf) dengan baik dan benar.
  4. Gaya Bahasa; atau biasa juga disebut sebagai majas, merupakan bentuk atau wujud bahasa yg sesuai dengan cita rasa atau kepribadian dari sang penulis yg bertujuan untuk memberikan efek tertentu kepada para pembaca.
  5. Fakta dan Keabsahan Data; berupa kebenaran tulisan yg didukung oleh berbagai referensi dan acuan lainnya.
  6. Legalitas dan Kesopanan; berupa hal-hal yg berkaitan dengan keaslian, hak cipta, serta perizinan yg berhubungan dengan tulisan yg disunting, serta bahasa tulisan yg sopan dan tidak provokatif dan lain sebagainya.
  7. Rincian Produk; berupa daftar rinci, rangkuman atau kesimpulan isi tulisan atau obyek yg dibahas.
Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Ketahui 7 Aspek Penting Dalam Hal Editing" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "Seni Menulis Sastra Hijau bersama Perhutani" penulis. Naning Pranoto, dkk, editor. Sides Sudyarto DS, Cetakan Pertama, Penerbit. PERHUTANI, Jakarta, 2013. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Artikel Terkait:
Baca Juga:
Lihat Semua Artikel Disini


*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Ketahui 7 Aspek Penting Dalam Hal Editing" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Thursday, July 20, 2017

Hal-Hal Yg Harus Dimiliki Oleh Seorang Editor

Image Background provided by Facebook

Menjadi seorang editor bukanlah hal yg mudah dilakukan oleh siapa saja. Dibutuhkan pengalaman dan dedikasi yg tinggi dalam menekuni pekerjaan ini. Berikut adalah hal-hal yg harus dimiliki untuk dapat menjadi seorang editor atau editor yg profesional dibidangnya.
  1. Menguasai bahasa Indonesia yg baik dan benar, begitu pula dengan bahasa Inggris selaku bahasa Internasional.
  2. Mengenali berbagai macam bahasa kasar atau bahasa jalanan yg tidak cocok untuk dimuat dalam sebuah tulisan.
  3. Memiliki pengetahuan dan wawasan yg luas di berbagai bidang dalam kehidupan, serta diberbagai macam ilmu pengetahuan dan teknologi.
  4. Menguasai beberapa teknologi terkini yg membantu dalam menyelesaikan pekerjaannya, serta selalu mengikuti perkembangan teknologi yg ada.
  5. Memiliki keterampilan membaca cepat, begitu pula memahami dan menanggapi tulisan secara cepat dan tepat.
  6. Mampu untuk memperbaiki tulisan dengan memodikasi kata-kata, menambahkan atau mengurangi kosakata yg ada, serta dapat merangkai kalimat atau paragraf yg berantakan menjadi teratur, sistematis, dan informatif.
  7. Memiliki hubungan yg harmonis dengan penulis, pengarang maupun dengan perusahaan penerbitnya.

Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Hal-Hal Yg Harus Dimiliki Oleh Seorang Editor" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "Seni Menulis Sastra Hijau bersama Perhutani" penulis. Naning Pranoto, dkk, editor. Sides Sudyarto DS, Cetakan Pertama, Penerbit. PERHUTANI, Jakarta, 2013. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Artikel Terkait:
Baca Juga:
Lihat Semua Artikel Disini


*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Hal-Hal Yg Harus Dimiliki Oleh Seorang Editor" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Sunday, July 16, 2017

Memahami Pembagian Editor dan Tugasnya

Image Background provided by Facebook

Di dalam suatu perusahaan penerbit atau media massa seperti koran, majalah, dan lain sebagainya. Posisi editor tidak hanya diduduki oleh satu orang saja, melainkan terdiri dari beberapa bagian dan jabatan yg berbeda-beda. Menurut struktur kerjanya editor dibagi menjadi 6 bagian, antara lain:
  1. Chief Editor, bertugas untuk mengontrol dan mengawasi kinerja dari editor bawahannya, serta memeriksa, menetapkan dan menyetujui hasil akhir dari suatu tulisan yg akan diterbitkan.
  2. Managing Editor, bertugas untuk melakukan pembagian tugas kepada editor di bawahnya, agar bekerja sesuai dengan bidang dan keahliannya, serta mengatur pelaksanaan editing dari awal hingga akhir.
  3. Senior Editor, dapat bertugas sebagai pengganti Chief Editor dan Managing Editor apabila yg bersangkutan tidak hadir atau berhalangan masuk. Serta merencanakan proses editing, melakukan kontak dengan penulis, dan lain sebagainya.
  4. Assistant Editor, bertugas untuk membantu editor maupun senior editor sesuai dengan keperluannya.
  5. Right Editor, bertugas untuk mengurus hal yg berkaitan dengan hak cipta, nomor ISBN, dan berbagai perizinan lain yg dibutuhkan.
  6. Picture Editor, bertugas untuk mengurus hal yg berhubungan dengan gambar atau foto yg akan dipajang di tulisan. Serta dapat menjadi pendukung bagi yg lainnya.
Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Memahami Pembagian Editor dan Tugasnya" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "Seni Menulis Sastra Hijau bersama Perhutani" penulis. Naning Pranoto, dkk, editor. Sides Sudyarto DS, Cetakan Pertama, Penerbit. PERHUTANI, Jakarta, 2013. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Artikel Terkait:
Baca Juga:
Lihat Semua Artikel Disini


*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Memahami Pembagian Editor dan Tugasnya" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---