Friday, March 13, 2020

Tujuan Mempelajari Sejarah Hukum

Tujuan Mempelajari Sejarah Hukum


Mempelajari sejarah banyak kegunaannya dalam kehidupan sekarang atau untuk masa yg akan datang. Sejarah dapat memberikan gambaran dan menjadi pedoman bagi suatu bangsa untuk melangkah dari kehidupan masa kini ke masa yg akan datang. Pengalaman suatu masyarakat di masa lampau merupakan pengalaman yg bernilai sejarah dan berharga bagi bangsa tersebut pada masa kini.

Tujuan mempelajari sejarah hukum adalah untuk mengetahui latar belakang lahirnya dan perkembangan tata hukum di Indonesia, termasuk faktor-faktor yg mempengaruhinya dan langkah-langkah yg dilakukan untuk membangun tata hukum Indonesia. Dengan mempelajari sejarah hukum, dapat diketahui kelemahan-kelemahan dan keunggulan hukum yg pernah berlaku. Hal ini diperlukan dikarenakan hukum masa lalu memberi andil atau pengaruh terhadap hukum saat ini. Demikian halnya, hukum yg berlaku saat ini mempengaruhi hukum yg akan datang. 

--------------------------------------------------------------------------------------------------- 

Demikianlah Tujuan Mempelajari Sejarah Hukum

Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Tujuan Mempelajari Sejarah Hukum" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "PENGANTAR HUKUM INDONESIA - Sejarah dan Pokok-Pokok Hukum Indonesia" penulis. Prof. Dr. Hj. Neni Sri Imaniyati, S.H., M.H. dan Panji Adam, S.Sy., M.H., editor. Prof. H. Dikdik M. Sodik, S.H., M.H., Ph.D. dan Prof. Dr. Nandang Sambas, S.H., M.H., dan Dessy Marliani Listianingsih, Cetakan ke-2, Penerbit. Sinar Grafika, Jakarta, 2019. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.


*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Tujuan Mempelajari Sejarah Hukum" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Disiplin Ilmu Yang Membantu Perkembangan Ilmu Hukum Indonesia

Disiplin Ilmu Yang Membantu Perkembangan Ilmu Hukum Indonesia


Adapun disiplin ilmu yg membantu perkembangan ilmu hukum indonesia, antara lain sebagai berikut:
  1. Sejarah Hukum | Sejarah hukum merupakan salah satu bidang studi hukum yg mempelajari perkembangan dan asal-usul sistem hukum dalam masyarakat tertentu dan memperbandingkan antara hukum yg berbeda karena dibatasi waktu yg berbeda pula.
  2. Politik Hukum | Politik hukum adalah salah satu bidang studo hukum yg kegiatannya memilih atau menentukkan hukum yg sesuai dengan tujuan yg hendak dicapai oleh masyarakat.
  3. Perkembangan Hukum | Perkembangan Hukum adalah salah satu bidang studi hukum yg mempelajari dan mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dua atau lebih sistem hukum, baik antarnegara maupun dalam negara.
  4. Antropologi Hukum | Antropologi hukum adalah salah satu bidang studi hukum yg mempelajari pola-pola sengketa penyelesaiannya dalam masyarakat sederhana ataupun masyarakat yg mengalami proses modernisasi.
  5. Filsafat Hukum | Filsafat hukum adalah salah satu cabang filsafat yg mempelajari hakikat dr hukum. Objek dari filsafat hukum adalah hukum yg dikaji secara mendalam.
  6. Sosiologi Hukum | Sosiologi hukum adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yg secara analitis dan empiris mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dan gejala sosial lainnya.
  7. Psikologi Hukum | Psikologi hukum adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yg mempelajari hukum sebagai perwujudan jiwa manusia.
  8. Ilmu Hukum Positif | Ilmu hukum positif adalah ilmu yg mempelajari hukum sebagai suatu kenyataan yg hidup dan berlaku pada waktu sekarang.
--------------------------------------------------------------------------------------------------- 

Demikianlah Disiplin Ilmu Yang Membantu Perkembangan Ilmu Hukum Indonesia

Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Disiplin Ilmu Yang Membantu Perkembangan Ilmu Hukum Indonesia" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "PENGANTAR HUKUM INDONESIA - Sejarah dan Pokok-Pokok Hukum Indonesia" penulis. Prof. Dr. Hj. Neni Sri Imaniyati, S.H., M.H. dan Panji Adam, S.Sy., M.H., editor. Prof. H. Dikdik M. Sodik, S.H., M.H., Ph.D. dan Prof. Dr. Nandang Sambas, S.H., M.H., dan Dessy Marliani Listianingsih, Cetakan ke-2, Penerbit. Sinar Grafika, Jakarta, 2019. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.


*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Disiplin Ilmu Yang Membantu Perkembangan Ilmu Hukum Indonesia" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Istilah Dan Pengertian Pengantar Hukum Indonesia

Istilah Dan Pengertian Pengantar Hukum Indonesia


Pengantar atau introduction (dalam bahasa inggris) memiliki arti, memperkenalkan secara umum. Istilah Pengantar bersifat luas tetapi tidak mendalam. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, Pengantar Hukum Indonesia yakni mengantar atau memperkenalkan hukum yang sekarang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia kepada siapa saja yang ingin mempelajari Hukum di Indonesia.

Pengantar Hukum Indonesia atau yg disingkat PHI, merupakan mata kuliah dasar (basis leervak) dan juga sebagai prasyarat untuk mempelajari cabang-cabang ilmu hukum yang lebih khusus atau lebih luas lagi. PHI mempelajari keseluruhan hukum positif Indonesia sebagai suatu sistem hukum yang sedang berlaku di Indonesia dalam garis besarnya. Sehingga objek dari Pengantar Hukum Indonesia adalah hukum positif Indonesia itu sendiri, serta berfungsi untuk mengantarkan setiap mahasiswa atau individu yang akan mempelajari tentang Hukum yang ada di Indonesia.

--------------------------------------------------------------------------------------------------- 

Demikianlah Istilah Dan Pengertian Pengantar Hukum Indonesia

Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Istilah Dan Pengertian Pengantar Hukum Indonesia" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "PENGANTAR HUKUM INDONESIA - Sejarah dan Pokok-Pokok Hukum Indonesia" penulis. Prof. Dr. Hj. Neni Sri Imaniyati, S.H., M.H. dan Panji Adam, S.Sy., M.H., editor. Prof. H. Dikdik M. Sodik, S.H., M.H., Ph.D. dan Prof. Dr. Nandang Sambas, S.H., M.H., dan Dessy Marliani Listianingsih, Cetakan ke-2, Penerbit. Sinar Grafika, Jakarta, 2019. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.


*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Istilah Dan Pengertian Pengantar Hukum Indonesia" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Tuesday, December 31, 2019

Pengertian Hukum Menurut Pendapat Para Ahli Hukum

Pengertian Hukum Menurut Pendapat Para Ahli Hukum


Berikut adalah pengertian hukum menurut pendapat para ahli hukum:
  • Immanuel Kant berpendapat bahwa, hukum adalah keseluruhan syarat-syarat, yang dengan ini kehendak bebas dari orang yang satu, dapat menyesuaikan diri dengan kehendak bebas dari orang yang lain, menurut peraturan hukum tentang kemerdekaan.

  • Utrecht, berpendapat bahwa hukum adalah, himpunan petunjuk-petunjuk hidup (perintah-perintah dan larangan-larangan), yang mengatur suatu tata tertib dalam suatu masyarakat dan oleh karena itu, harus ditaati oleh anggota masyarakat yang bersangkutan.

  • Achmad Sanusi berpendapat bahwa, hukum adalah himpunan kaidah berisi keharusan atau larangan tentang tingkah laku manusia, kaidah mana memang dianut oleh masyarakat. Pelanggaran atau kelalaian atas kaidah-kaidah tersebut dikenakan sanksi yang apabila perlu dapat dipaksakan oleh penguasa.
  • Marhainis Abdul Hay, berpendapat bahwa hukum adalah, segala ketentuan yang mengatur tingkah laku orang di dalam pergaulan masyarakat.
  • J. van Kan, berpendapat bahwa hukum adalah, keseluruhan ketentuan-ketentuan penghidupan, yang bersifat memaksa dan diadakan untuk melindungi kepentingan orang dalam masyarakat.
  • Satjipto Rahardjo menjelaskan, bahwa hukum adalah karya manusia berupa norma-norma, yang berisikan petunjuk-petunjuk tingkah  laku. Hukum merupakan pencerminan dari kehendak manusia tentang bagaimana seharusnya masyarakat dibina dan kemana harus diarahkan. Oleh karna itu, pertama-tama hukum mengandung rekaman dari ide-ide yang dipilih oleh  masyarakat tempat hukumm diciptakan. Ide-ide tersebut berupa ide mengenai keadilan.
  • Sudikno Mertokusumo menjelaskan bahwa, hukum adalah kaidah hukum yang merupakan ketentuan atau pedoman tentang apa yang seyogianya atau seharusnya dilakukan. Pada hakikatnya kaidah hukum merupakan, perumusan pendapat atau pandangan tentang bagaimana seharusnya atau  seyogianya seseorang bertingkah laku. Sebagai pedoman, kaidah hukum bersifat  umum dan pasif.
  • Abdul Manan menjelaskan, hukum adalah suatu rangkaian peraturan yang menguasai tingkah laku atau perbuatan tertentu dari manusia dalam hidup bermasyarakat. Hukum itu sendiri mempunyai ciri yang tetap, yakni hukum merupakan suatu organ peraturan-peraturan abstrak, hukum untuk mengatur kepentingan-kepentingan manusia, siapa saja yang melanggar hukum akan dikenakan sanksi sesuai dengan apa yg telah ditentukan.
  • Achmad Ali menjelaskan bahwa, hukum adalah seperangkat kaidah atau aturan, baim tertulis maupun tidak tertulis, yang tersusun dalam satu  sistem yang menentukan apa yang boleh dan apa yang  tidak boleh dilakukan oleh manusia sebagai warga masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, yang  bersumber baik dari masyarakat sendiri maupun dari sumber lain, yang diakui keberlakuannya oleh otoritas tertinggi (negara) dalam masyarakat itu, serta benar-benar diberlakukan secara nyata oleh warga masyarakat (sebagai  suatu keseluruhan; meskipun dilanggar oleh warga tertentu secara individual) dalam kehidupannya, dan jika dilanggar akan memberikan kewenangan bagi otoritas tertentu untuk menjatuhkan sanksi yang bersifat eksternal bagi pelanggarnya.
  • Mochtar Kusumaatmadja, sebagaimana dikutip oleh M. L. Tobing mendefinisikan hukum sebagai keseluruhan asas-asas dan kaidah-kaidah yang mengatur hubungan manusia dalam masyarakat. Pada panel diskusi V Majelis Hukum Indonesia, beliau mengatakan bahwa hukum adalah keseluruhan asas-asas dan kaidah-kaidah yang mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat dan juga meliputi lembaga-lembaga, institutions, dan proses-proses yang mewujudkan berlakunya kaidah itu dalam masyarakat sebagai suatu kenyataan.
--------------------------------------------------------------------------------------------------- 

Demikianlah Pengertian Hukum Menurut Pendapat Para Ahli Hukum    

Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Pengertian Hukum Menurut Pendapat Para Ahli Hukum" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "PENGANTAR HUKUM INDONESIA - Sejarah dan Pokok-Pokok Hukum Indonesia" penulis. Prof. Dr. Hj. Neni Sri Imaniyati, S.H., M.H. dan Panji Adam, S.Sy., M.H., editor. Prof. H. Dikdik M. Sodik, S.H., M.H., Ph.D. dan Prof. Dr. Nandang Sambas, S.H., M.H., dan Dessy Marliani Listianingsih, Cetakan ke-2, Penerbit. Sinar Grafika, Jakarta, 2019. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Lihat Semua Artikel Disini


*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Pengertian Hukum Menurut Pendapat Para Ahli Hukum" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Metode Menghafal Paling Ampuh

Metode Menghafal Paling Ampuh


Tiap individu memiliki kemampuan otak yg berbeda-beda. Bagi yg ber-IQ tinggi, akan lebih cepat dan mudah dalam menghafal dan memahami suatu permasalahan. Namun bagi yg ber-IQ rendah atau sedang, akan lebih lambat dan susah dalam menghafal dan memahaminya. Lantas, bagaimanakah cara atau metode yg tepat dalam menghafal? Berikut adalah caranya.
  1. Jangan hanya membaca hafalan, tetapi TULISLAH hafalannya sambil membacanya dalam hati.
  2. Setelah sudah selesai menulis hafalannya, BACALAH dengan keras sambil merekam suara Anda pada tap/perekam suara atau sejenisnya.
  3. DENGARKANLAH hasil rekaman tadi dengan rileks dan pejamkan mata.
  4. Ulangi proses diatas, atau Anda bisa memilih satu dari cara diatas sesuai keinginan Anda.
Dengan memaksimalkan panca indera yg ada (melihat, mendengar, dan berbicara), persentase fungsi otak yg berguna dalam mengingat kata-kata (menghafal), akan meningkat dan lebih mudah dalam menstimulasi otak mengingat secara cepat dan spontan.

Dalam kondisi tertentu, otak bisa mengingat lebih cepat jika ada paksaan dan tekanan dari luar berupa ancaman verbal dan nonverbal. Namun ingatan yg demikian akan menjadi lemah jika tidak dilatih secara terus-menerus. 

Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "[Tips] Metode Menghafal Paling Ampuh" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "Seni Menulis Sastra Hijau bersama Perhutani" penulis. Naning Pranoto, dkk, editor. Sides Sudyarto DS, Cetakan Pertama, Penerbit. PERHUTANI, Jakarta, 2013. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Baca Juga:
Lihat Semua Artikel Disini

*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Metode Menghafal Paling Ampuh" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---