Tuesday, December 31, 2019

Pengertian Hukum Menurut Pendapat Para Ahli Hukum

Pengertian Hukum Menurut Pendapat Para Ahli Hukum


Berikut adalah pengertian hukum menurut pendapat para ahli hukum:
  • Immanuel Kant berpendapat bahwa, hukum adalah keseluruhan syarat-syarat, yang dengan ini kehendak bebas dari orang yang satu, dapat menyesuaikan diri dengan kehendak bebas dari orang yang lain, menurut peraturan hukum tentang kemerdekaan.

  • Utrecht, berpendapat bahwa hukum adalah, himpunan petunjuk-petunjuk hidup (perintah-perintah dan larangan-larangan), yang mengatur suatu tata tertib dalam suatu masyarakat dan oleh karena itu, harus ditaati oleh anggota masyarakat yang bersangkutan.

  • Achmad Sanusi berpendapat bahwa, hukum adalah himpunan kaidah berisi keharusan atau larangan tentang tingkah laku manusia, kaidah mana memang dianut oleh masyarakat. Pelanggaran atau kelalaian atas kaidah-kaidah tersebut dikenakan sanksi yang apabila perlu dapat dipaksakan oleh penguasa.
  • Marhainis Abdul Hay, berpendapat bahwa hukum adalah, segala ketentuan yang mengatur tingkah laku orang di dalam pergaulan masyarakat.
  • J. van Kan, berpendapat bahwa hukum adalah, keseluruhan ketentuan-ketentuan penghidupan, yang bersifat memaksa dan diadakan untuk melindungi kepentingan orang dalam masyarakat.
  • Satjipto Rahardjo menjelaskan, bahwa hukum adalah karya manusia berupa norma-norma, yang berisikan petunjuk-petunjuk tingkah  laku. Hukum merupakan pencerminan dari kehendak manusia tentang bagaimana seharusnya masyarakat dibina dan kemana harus diarahkan. Oleh karna itu, pertama-tama hukum mengandung rekaman dari ide-ide yang dipilih oleh  masyarakat tempat hukumm diciptakan. Ide-ide tersebut berupa ide mengenai keadilan.
  • Sudikno Mertokusumo menjelaskan bahwa, hukum adalah kaidah hukum yang merupakan ketentuan atau pedoman tentang apa yang seyogianya atau seharusnya dilakukan. Pada hakikatnya kaidah hukum merupakan, perumusan pendapat atau pandangan tentang bagaimana seharusnya atau  seyogianya seseorang bertingkah laku. Sebagai pedoman, kaidah hukum bersifat  umum dan pasif.
  • Abdul Manan menjelaskan, hukum adalah suatu rangkaian peraturan yang menguasai tingkah laku atau perbuatan tertentu dari manusia dalam hidup bermasyarakat. Hukum itu sendiri mempunyai ciri yang tetap, yakni hukum merupakan suatu organ peraturan-peraturan abstrak, hukum untuk mengatur kepentingan-kepentingan manusia, siapa saja yang melanggar hukum akan dikenakan sanksi sesuai dengan apa yg telah ditentukan.
  • Achmad Ali menjelaskan bahwa, hukum adalah seperangkat kaidah atau aturan, baim tertulis maupun tidak tertulis, yang tersusun dalam satu  sistem yang menentukan apa yang boleh dan apa yang  tidak boleh dilakukan oleh manusia sebagai warga masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, yang  bersumber baik dari masyarakat sendiri maupun dari sumber lain, yang diakui keberlakuannya oleh otoritas tertinggi (negara) dalam masyarakat itu, serta benar-benar diberlakukan secara nyata oleh warga masyarakat (sebagai  suatu keseluruhan; meskipun dilanggar oleh warga tertentu secara individual) dalam kehidupannya, dan jika dilanggar akan memberikan kewenangan bagi otoritas tertentu untuk menjatuhkan sanksi yang bersifat eksternal bagi pelanggarnya.
  • Mochtar Kusumaatmadja, sebagaimana dikutip oleh M. L. Tobing mendefinisikan hukum sebagai keseluruhan asas-asas dan kaidah-kaidah yang mengatur hubungan manusia dalam masyarakat. Pada panel diskusi V Majelis Hukum Indonesia, beliau mengatakan bahwa hukum adalah keseluruhan asas-asas dan kaidah-kaidah yang mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat dan juga meliputi lembaga-lembaga, institutions, dan proses-proses yang mewujudkan berlakunya kaidah itu dalam masyarakat sebagai suatu kenyataan.
--------------------------------------------------------------------------------------------------- 

Demikianlah Pengertian Hukum Menurut Pendapat Para Ahli Hukum    

Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Pengertian Hukum Menurut Pendapat Para Ahli Hukum" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "PENGANTAR HUKUM INDONESIA - Sejarah dan Pokok-Pokok Hukum Indonesia" penulis. Prof. Dr. Hj. Neni Sri Imaniyati, S.H., M.H. dan Panji Adam, S.Sy., M.H., editor. Prof. H. Dikdik M. Sodik, S.H., M.H., Ph.D. dan Prof. Dr. Nandang Sambas, S.H., M.H., dan Dessy Marliani Listianingsih, Cetakan ke-2, Penerbit. Sinar Grafika, Jakarta, 2019. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Lihat Semua Artikel Disini


*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Pengertian Hukum Menurut Pendapat Para Ahli Hukum" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Metode Menghafal Paling Ampuh

Metode Menghafal Paling Ampuh


Tiap individu memiliki kemampuan otak yg berbeda-beda. Bagi yg ber-IQ tinggi, akan lebih cepat dan mudah dalam menghafal dan memahami suatu permasalahan. Namun bagi yg ber-IQ rendah atau sedang, akan lebih lambat dan susah dalam menghafal dan memahaminya. Lantas, bagaimanakah cara atau metode yg tepat dalam menghafal? Berikut adalah caranya.
  1. Jangan hanya membaca hafalan, tetapi TULISLAH hafalannya sambil membacanya dalam hati.
  2. Setelah sudah selesai menulis hafalannya, BACALAH dengan keras sambil merekam suara Anda pada tap/perekam suara atau sejenisnya.
  3. DENGARKANLAH hasil rekaman tadi dengan rileks dan pejamkan mata.
  4. Ulangi proses diatas, atau Anda bisa memilih satu dari cara diatas sesuai keinginan Anda.
Dengan memaksimalkan panca indera yg ada (melihat, mendengar, dan berbicara), persentase fungsi otak yg berguna dalam mengingat kata-kata (menghafal), akan meningkat dan lebih mudah dalam menstimulasi otak mengingat secara cepat dan spontan.

Dalam kondisi tertentu, otak bisa mengingat lebih cepat jika ada paksaan dan tekanan dari luar berupa ancaman verbal dan nonverbal. Namun ingatan yg demikian akan menjadi lemah jika tidak dilatih secara terus-menerus. 

Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "[Tips] Metode Menghafal Paling Ampuh" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "Seni Menulis Sastra Hijau bersama Perhutani" penulis. Naning Pranoto, dkk, editor. Sides Sudyarto DS, Cetakan Pertama, Penerbit. PERHUTANI, Jakarta, 2013. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Baca Juga:
Lihat Semua Artikel Disini

*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Metode Menghafal Paling Ampuh" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Cara Menguji Kelayakan Puisi

Cara Menguji Kelayakan Puisi


Puisi yg dianggap sudah jadi oleh sang penyair, tentu sudah menunjukkan bahwa puisi tersebut sudah dapat memuaskan sang penyair. Para pembacapun yg membacanya sekali dan langsung terpukau dengan puisi tersebut, menandakan puisi tersebut telah berhasil dan sukses. Namun terbesit pertanyaan dalam pikiran kita, bahwa faktor apakah yg menjadikan puisi tersebut telah layak dipublikasikan dan bagaimanakah cara menguji kelayakan suatu puisi? Kita akan menguji kelayakan suatu puisi dengan cara melemparkan beberapa pertanyaan seperti di bawah ini.
  1. Apakah Anda sebagai penyair, sudah merasa puas dengan puisi Anda sendiri?
  2. Apakah para pembaca mengaku tersentuh dan terkesima oleh puisi yg Anda buat?
  3. Apakah puisi Anda, sudah menggunakan bahasa yg baik dan benar, dan bukan bahasa kasar atau sejenisnya?
  4. Apakah puisi Anda tidak mengandung hal-hal yg tabu (SARA)?
  5. Apakah puisi Anda sudah memiliki makna dan pesan moral didalamnya?
  6. Pastikan apakah puisi Anda, sudah terkoreksi dan disunting dengan baik atas kesalahan penulisan, akhiran, dan ritme puisi?
Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Cara Menguji Kelayakan Puisi" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "Seni Menulis Sastra Hijau bersama Perhutani" penulis. Naning Pranoto, dkk, editor. Sides Sudyarto DS, Cetakan Pertama, Penerbit. PERHUTANI, Jakarta, 2013. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Artikel Terkait:
Baca Juga:
Lihat Semua Artikel Disini

*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Cara Menguji Kelayakan Puisi" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Cara Mudah Meningkatkan Daya Imajinasi Dalam Membuat Novel

Cara Mudah Meningkatkan Daya Imajinasi Dalam Membuat Novel


Pembuatan Novel sangat membutuhkan imajinasi yg kuat dan bersifat nalar dan logis. Oleh sebab itu, sangat perlu untuk membangun imajinasi secara cepat dan santai agar otak tidak kelelahan dan kelamaan dalam berpikir. Berikut adalah cara mudah meningkatkan daya imajinasi dalam membuat novel:
  1. Perbanyaklah membaca sinopsis buku atau  review/ulasan mengenai buku demi mempersingkat waktu Anda untuk mengenali buku yg Anda baca. Dan bacalah hanya buku yg berkaitan dengan judul, tema, atau genre Novel yg akan Anda buat.
  2. Melakukan pengamatan langsung ke lokasi yg berkaitan atau hanya menyerupai dengan tema Novel yg dibuat, agar mendapatkan kesan secara langsung dari lokasi tersebut.
  3. Berkeliling dan mengamati segala peristiwa yg terjadi di lingkungan sekitar.
  4. Perbanyak membaca berita dan perkembangan dunia.
  5. Bersantai sejenak, melakukan meditasi, dan melakukan kegiatan spiritualisme, demi menyegarkan kembali jasmani dan rohani Anda.
Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Cara Mudah Meningkatkan Daya Imajinasi Dalam Membuat Novel" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "Seni Menulis Sastra Hijau bersama Perhutani" penulis. Naning Pranoto, dkk, editor. Sides Sudyarto DS, Cetakan Pertama, Penerbit. PERHUTANI, Jakarta, 2013. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Artikel Terkait:
Baca Juga:
Lihat Semua Artikel Disini

*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Cara Mudah Meningkatkan Daya Imajinasi Dalam Membuat Novel" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---

Cara Menjaga Suasana Hati (Mood) Dalam Menghasilkan Karya Tulis

Cara Menjaga Suasana Hati (Mood) Dalam Menghasilkan Karya Tulis


Di dalam kelancaran menulis atau menghasilkan karya tulis, bukan hanya bergantung pada inspirasi dan imajinasi saja, tetapi juga memerlukan suasana hati atau mood yg baik dalam mendukung penulis mendapatkan ide dan mengembangkan imajinasinya lebih jauh lagi. Mood atau suasana hati yg baik dapat diperoleh dengan berbagai cara, antara lain:
  1. Menulislah dalam keadaan atau suasana sekitar yg tenang dan tidak berisik.
  2. Menulislah di tempat favorit atau tempat yg dianggap paling nyaman.
  3. Menyemangati diri atau memotivasi diri bahwa karya tulis yg kita buat akan bermanfaat bagi orang banyak dan menghibur para pembaca.
  4. Temuilah dan ajaklah orang yg Anda kenal yg bisa Anda ajak berdiskusi tentang kebuntuan yg Anda alami.
  5. Tanamkan dalam benak Anda, bahwa Anda diburu oleh deadline yg harus Anda selesaikan secepat mungkin.
  6. Anggaplah menulis merupakan kegiatan wajib sehari-hari Anda dan merupakan bagian hidup dari Anda.
Sekian dan Terima Kasih telah membaca artikel "Cara Menjaga Suasana Hati (Mood) Dalam Menghasilkan Karya Tulis" ini.
Salam...

Sumber Referensi & Inspirasi:
Buku berjudul "Seni Menulis Sastra Hijau bersama Perhutani" penulis. Naning Pranoto, dkk, editor. Sides Sudyarto DS, Cetakan Pertama, Penerbit. PERHUTANI, Jakarta, 2013. Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-Undang.

Artikel Terkait:
Lihat Semua Artikel Disini

*Mohon Maaf jika ada kesalahan kata dan penulisan pada artikel
"Cara Menjaga Suasana Hati (Mood) Dalam Menghasilkan Karya Tulis" ini.
Dan Jangan Lupa Juga Untuk Memberi Tanggapan dan Komentar Anda Dibawah Ini.
---"TERIMA KASIH"---